Media
Language

Kumpulan Tips Mendapatkan Beasiswa dari Para Awardee!

Last updated on 16 Dec 2018

photo-1505919018433-1c2dd691f902.jpeg

Photo by Jonathan Daniels via Unsplash

Oleh Kukuh Wangsa Giaji


Bermimpi Melanjutkan Studi ke Eropa? Jangan lewatkan EHEF Indonesia 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti. Segera daftarkan dirimu sebagai peserta dalam perhelatan akbar EHEF Indonesia 2018 secara GRATIS di sini.


Siapa sih yang tidak ingin kuliah dengan gratis? Apalagi jika bisa berkesempatan untuk menempuh studi di Eropa secara cuma-cuma!

BEASISWA tentu kuncinya! Tapi memperoleh beasiswa juga merupakan perjalanan panjang yang penuh terjal.

Saingan yang banyak, proses yang melelahkan, belum lagi syarat-syarat yang sangat banyak adalah sekelumit rintangan yang harus dilalui oleh para calon awardees. Gak jarang banyak yang minder duluan.

Nah, berikut ini kami akan memberikan kamu sejumlah tips how to get a scholarship langsung dari para awardees yang diwawancarai oleh ehef.id! Penasaran? Yuk Simak di Bawah ini:

Tips #1 Ingat: Preparation Itu Penting!

Semua awardee mempercayai bahwa langkal awal yang harus dilakukan adalah mencatat jadwal-jadwal penting terkait program beasiswa yang kamu inginkan.

Karena dengan begitu kamu bisa memiliki list tanggal deadline program-program beasiswa yang ingin kamu apply. Jadi, kamu bisa merunut prioritas program, lalu mempersiapkan berkas-berkas yang harus di submit sejak jauh hari.

Menurut Shantya Shafa Paramitha, Awardee StuNed Scholarship, sangat penting bagi kita untuk membuat timeline karena ada beberapa berkas yang membutuhkan waktu panjang untuk didapatkan. Misalnya saja sertifikat IELTS yang diharuskan memiliki skor minimal tertentu.

Berdasarkan pengalaman Shantya juga, terkadang bisa terjadi perubahan tanggal deadline maka dari itu penting bagi kamu untuk selalu cek website program beasiswa secara berkala, ya!

Hal ini pun turut diamini oleh Suci Ariyanti, Awardee Swedish Institute Study Scholarships. Baginya persiapan adalah hal yang vital untuk dilakukan. “Do the preparation!”, perhatikan requirements, dan tentukan goals kamu juga, serta mantapkan diri memilih universitas dan program beasiswanya. Satu pesan penting dari Suci: “Never Give Up! Your Time Will Come.”


Baca: Kerasnya Perjuangan Suci Ariyanti Merajut Mimpi di Swedia


Tips #2 Tentukan Goals Kamu

Mungkin kamu saat ini sedang bertanya-tanya, “Apa sih goals itu?”

Bagi Affan Ghifari, Awardee StuNed Scholarship, goals tidaklah mudah untuk dirumuskan karena ia sendiri merasa kegagalan terbesarnya ada ketika menentukan goals-nya sendiri. Ia berbagi pengalaman ketika mendaftar LPDP merasa dirinya gagal karena lebih banyak bluffing ketimbang real-nya.


Baca: Mengikuti Perkembangan Bidang Hukum dengan Studi ke Belanda Lewat Beasiswa StuNed


Tidak hanya Affan saja, tapi ternyata Ellen Putri Adita, Awardee Swedish Institute Study Scholarship mengakui pernah terjebak ke dalam mindset tersebut. Ia merasa bahwa kuliah di luar negeri biar kelihatan keren saja. Namun, seiring waktu berjalan, Ellen akhirnya berusaha merubah mindset tersebut menjadi keperluan ibadah serta keluar dari zona nyamannya.


Baca: Scholarship Spotlight: Life at Lund University


Masalah goals ini juga dibahas oleh Aditya Mahardika, Awardee LPDP. Baginya salah satu faktor utama untuk meraih beasiswa adalah menjadi seorang visioner. Kita perlu melihat langkah ke depan apa yang akan diambil selepas menempuh studi di luar negeri, jadi jangan hanya ingin kelihatan keren saja!

“The main thing you need to prepare is TO KNOW what YOU REALLY WANT to study and WHY YOU HAVE TO DO IT.” – Aditya Mahardika


Baca: Scholarship Spotlight: How A Self-Made Madurese Made It to London


Tips #3 Percaya Diri dan Unjuk Diri

Hampir semua awardee mengutarakan bahwa tips paling penting yang harus dilakukan adalah menumbuhkan semangat percaya diri dan keberanian untuk menonjolkan diri! Jadi, jangan pernah merasa minder bahkan berpikir kamu itu gak akan lolos.

Berdasarkan pengalaman Dikki Indrawan, Awardee LPDP, percaya diri menjadi modal penting ketika kamu akan diwawancarai. Kalau kamu percaya diri, kamu bisa menyampaikan poin-poin pembicaraan dengan artikulasi yang lancar, jelas, dan antusias. So, PD aja! Biar kamu gak keliahatan nervous atau gugup.

Lalu ia juga mengutarakan bahwa penting untuk menonjolkan diri atau menyombongkan pengalaman tertentu dalam essai atau wawancara kamu. Saran Dikky coba highlight lah aktivitas atau organisasi yang kamu geluti secara aktif dan konsisten. Banyaknya organisasi tidak dipermasalahkan asal bisa memperlihatkan kemampuan sosial dan knowledge kamu. Ini penting bagi pewawancara dalam melihat kecakapan kamu ketika hidup di negara lain nanti.

Pesan Dikky untuk kamu:

“DON’T GIVE UP ON YOUR DREAMS!” – Dikky Indrawan


Lihat Wawancara Dikky di IGTV @ehef.id disini


Tips #4 Tekad Disertai Nekat!

Ya, kamu gak salah baca. Tips selanjutnya dari pengalaman awardees adalah langkah nekat mereka untuk meraih beasiswa.

Gak percaya?

Bhirawa J. Arifi, Awardee Bourse du Gouvernement Françis (BGF), menuturkan dirinya nekat datang ke Kedutaan Prancis tanpa appointment untuk mencari tahu informasi beasiswa. Hal ini disebabkan ia mengalami kesulitan mencari beasiswa padahal telah memperolah LoA di Universite Paris 1 Pantheon-Sorbonne.

Disana ia dipertemukan dengan PIC Kedutaan dan Wakil Dubes di bidang Pendidikan. Aksi nekat Bhirawa membuahkan hasil. Ia diterima full scholarship yang berarti biaya sekolah, biaya hidup, tiket pesawat, asuransi, buku, dan visa akan ditanggung semua oleh pemerintah Prancis. Kerennya lagi, ia turut mendapatkan hak untuk kerja.


Baca: Navigating the Scholarship Waters to Get to France


Nekat disini juga harus disertai kemauan keras dan syarat-syarat yang sudah terpenuhi. Dalam kasus Bhirawa, ia telah mempunyai semua berkas yang harus dimasukkan tapi berkat kegigihannya turut menghantarkannya kepada kesuksesan.

Jadi, jangan gampang putus asa dan selalu putar otak untuk mendapatkan yang kamu inginkan!

Tips #5 Optimis Aja

Kamu pernah merasa ragu untuk mendaftar beasiswa karena background yang gak linier?

Keraguan itu turut dirasakan oleh Shantya Shafa Paramitha saat mencari beasiswa yang diinginkannya. Peraih StuNed Scholarship ini menceritakan bahwa dirinya dilihat sebagai orang yang tidak konsisten dalam menekuni bidangnya. Dirinya yang memiliki background S1 Teknik Kimia di UI ini lalu bekerja di Perbankan dan bercita-cita mengambil program master Food Technology.

Berkat riset panjang dan rasa optimis yang tidak putus-putusnya. Shantya akhirnya melihat bahwa StuNed Scholarship adalah peluang yang tepat baginya. Dan kini ia memperoleh beasiswa tersebut dan studi di Program Food Science and Technology, Product Innovation and Management di Wageningen University.

Keren banget kan?


Baca: Tekad Bulat Shantya Meraih Beasiswa Meski Telah Mapan Bekerja


Tips #6 Jangan Gampang Menyerah

Tips ini pasti sering kamu temui dimanapun dan mungkin kamu bakalan berpikir, “klise ah!”.

Padahal sikap pantang menyerah ini merupakan kunci utama para awardee meraih beasiswa. Kebanyakan para awardee memiliki masa ups and downs nya sendiri loh.

Seperti kisah Abdul Rahman Ismail, Awardee Swedish Institute Study Scholarship yang harus menerima penolakan berkali-kali.

Bayangkan saja di tahun 2014 ketika ia hendak mendaftar LPDP ternyata ia tidak lagi eligible. Kemudian ia juga gagal memperoleh beasiswa Chevening pada tahun 2015 dan 2016. Abdul lalu memutuskan untuk mendaftar beasiswa Swedish Institute di tahun 2016 dan ia harus mengalami kegagalan untuk ketiga kalinya. Tiga kali ditolak tidak menyurutkan semangatnya hingga akhirnya di tahun 2017 ia memperoleh beasiswa dari Swedish Institute.

“Jangan Pernah Merasa Hambatan Menjadi Hambatan!” – Abdul Rahman Ismail


Baca: Scholarship Spotlight: Race Against Time


Lain cerita dengan Raeni, Awardee LPDP ini memiliki background yang menarik karena kondisi finansial keluarga yang bisa dikatakan kurang beruntung. Meskipun ayahnya berprofesi sebagai tukang becak tetapi Raeni berhasil membuktikkan bahwa latar belakang tidaklah penting asal kamu tidak cepat menyerah. Raeni berhasil memperoleh beasiswa LPDP untuk studi master dan beasiswa LPDP lanjutan untuk program doktoralnya.


Baca: Kisah Inspiratif Raeni yang Sukses Meraih Beasiswa LPDP


“Kepintaran atau kecerdasan seseorang tidak sepenuhnya berhubungan dengan apa yang kamu makan karena faktanya niat dan kemauan keras bisa membuat orang yang makanan sehari-harinya hanya tahu tempe lebih sukses dibandingkan orang yang makan telur atau daging.” – Raeni

Itulah 6 tips penting bagi kamu yang akan atau sedang mendaftar beasiswa untuk melanjutkan studi di Eropa.

Berdasarkan hasil wawancara dengan awardees, ehef.id menyimpulan bahwa niat adalah hal yang paling penting untuk meraih impian kamu yang diikuti dengan aksi nyata.

Yuk, kuliah di Eropa! Temukan daftar program beasiswa luar negeri di sini.