Media
Language

Panduan Lengkap Belajar Bahasa Jerman

Last updated on 26 Sep 2018

photo-1484223871391-c2d62fb7c5a2.jpeg Photo by Roman Kraft via Unsplash

Oleh Erzawansyah

Siapa tidak kenal Bacharuddin Jusuf Habibie alias BJ Habibie?

Presiden ketiga Indonesia, ahli pesawat, ilmuwan dan tokoh inspiratif berdarah Sulawesi itu pernah mengenyam asam manis menjalani hidup di Jerman, sebelum dirinya menjadi tokoh besar.

Harus diakui, selain kecerdasannya yang di atas rata-rata, keberhasilan Habibie selama berjuang di Jerman tidak terlepas dari kemampuan Berbahasa Jerman-nya yang baik pula.


Untuk daftar lengkap Beasiswa Kuliah ke Jerman, klik di sini.


Mengapa Bahasa Jerman?

Umumnya, orang-orang mulai mempelajari bahasa asing ketika ingin berkunjung ke negara tersebut. Baik untuk melanjutkan kuliah, bekerja, atau sekadar ingin liburan ke sana. Begitu pula dengan bahasa Jerman. Akan tetapi, apakah belajar Bahasa Jerman hanya bisa dimulai ketika kita ingin pergi ke negara tersebut? Tentu jawabannya tidak.

Ada banyak hal yang bisa dijadikan alasan kenapa kamu harus mencoba belajar Bahasa Jerman. Ini berlaku tidak hanya untuk yang ingin berangkat ke sana. Bila belum memiliki cita-cita untuk mengunjungi negara Jerman sekalipun, fakta-fakta tentang Bahasa Jerman berikut dapat kamu jadikan alasan mengapa kamu harus mulai mempelajari Bahasa Jerman.

1. Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Eropa

Di Eropa, Bahasa Jerman menempati urutan pertama untuk bahasa ibu yang paling banyak digunakan oleh penduduk Eropa. Tidak hanya Jerman, negara-negara Uni Eropa lain seperti Swiss, Austria, Luksemburg, Belgia, dll, menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa nasional mereka.

Memelajari bahasa Jerman akan menambah wawasanmu tentang negara-negara Eropa, khususnya negara yang berbahasa ibu, Bahasa Jerman.

2. Bahasa Kedua Terbanyak untuk Literatur Ilmiah

Bahasa Jerman sangat cocok untuk kamu yang haus akan ilmu pengetahuan. Sebab, Bahasa Jerman merupakan bahasa kedua, setelah Bahasa Inggris, yang kerap digunakan dalam literatur ilmiah. Tersedia cukup banyak publikasi-publikasi ilmiah yang menggunakan bahasa Jerman.

Selain dalam publikasi ilmiah, pasar penerbitan buku berbahasa jerman juga berada diposisi ketiga dunia, setelah Bahasa Inggris dan Bahasa Cina. Dengan begitu, memelajari Bahasa Jerman akan membuka kesempatan buatmu mengintip lebih banyak isi “jendela dunia”.

3. Tokoh-Tokoh Besar Dunia Menggunakan Bahasa Jerman

Di bagian awal telah kita ulas, bahwa bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa yang digunakan Habibie untuk berkomunikasi.

Maka, apabila kita mundur dua-tiga dekade, akan kamu temukan deretan nama-nama besar seperti Goethe, Kafka, Freud, Einstein sampai Nietsche. Belum lagi dengan deretam musisi legendaris seperti Mozart dan Beethoven.Kesemua nama-nama diatas adalah pengguna Bahasa Jerman. Hampir semua karya mereka ditulis menggunakan bahasa Jerman.

Apabila kamu mampu berbahasa Jerman, tentu saja mengenal dan menikmati karya-karya besar mereka akan terasa lebih berkesan. Ya, hal tersebut karena sejak dulu banyak pemikir, sastrawan, maupun seniman yang menggunakan bahasa Jerman. Itu juga alasan mengapa Jerman menjadi “surganya” ilmu pengetahuan.

4. Bahasa Penting di Berbagai Sektor

Tidak hanya di sektor akademik, Bahasa Jerman juga merupakan salah satu bahasa terpenting di sektor lainnya. Ekonomi dan bisnis, politik dan pemerintahan, bahkan di sektor pariwisata, Bahasa Jerman menjadi salah satu bahasa yang banyak diminati.

Kedudukan Bahasa Jerman sebagai bahasa penting dunia ini tentunya membuat orang-orang yang menguasai bahasa ini, memiliki peluang besar untuk berada di posisi-posisi strategis.

Di sektor bisnis misalnya, banyak perusahaan-perusahaan internasional yang berbasis di negara-negara berbahasa Jerman. Siemens, Volkswagen, Adidas atau Lufthansa, merupakan contoh kecil dari sekian banyak perusahaan internasional yang berbasis di Jerman. Di sektor pariwisata, presentase terbesar dari turis asing berasal dari Jerman.

5. Membuka Peluang Menambah Jaringan

Berbagai alasan di atas sebenarnya sudah menggambarkan, seberapa besar manfaat yang akan kamu dapat ketika sudah mampu menguasai Bahasa Jerman. Meski begitu, di luar manfaat-manfaat di atas, hal yang paling mendasar adalah perluasan jaringan. Menguasai Bahasa Jerman, akan memberikan kesempatan bagi kamu untuk menambah jaringan ke negara-negara Berbahasa Jerman tersebut.

Luas jaringan seseorang kelak yang nantinya dapat menjadi faktor penentu kesuksesan mereka. Disinilah letak keuntungan terbesar bagi kamu, apabila sudah mampu berbahasa Jerman.


Baca juga: Kota-kota terpopuler untuk Kuliah di Jerman


Karakteristik Bahasa Jerman

Tekad menguasai Bahasa Jerman sudah bulat?

Hal penting selanjutnya untuk mulai belajar Bahasa Jerman, adalah mengetahui karakteristik bahasa itu sendiri. Mengetahui hal tersebut dapat mempermudah kamu untuk belajar Bahasa Jerman.

Apa saja karakteristik Bahasa Jerman?

Simak penjelasan berikut ini:

Satu Keluarga dengan Bahasa Inggris

Banyak anggapan mengenai sulitnya berbahasa Jerman. Tidak heran, karena Bahasa Jerman memiliki varian huruf yang lebih banyak daripada Bahasa Inggris. Akan tetapi, apakah kamu tahu bahwa sebenarnya Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris adalah satu keluarga?

Ya, Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris berasal dari satu rumpun yang sama, yakni Indo-Europan. Itu mengapa, banyak kata-kata dari Bahasa Jerman yang mirip dengan Bahasa Inggris, baik dari segi penulisan, maupun pelafalan.

Contoh kecilnya adalah University yang dalam Bahasa Jerman adalah Universität. Atau, kalimat dalam bahasa Jerman “Ich trinke Wasser” yang bila diinggriskan menjadi “Ich trinke Wasser”.

Variasi Abjad dan Pelafalannya

Pada dasarnya, huruf Alfabet dalam Bahasa Jerman tidak jauh dengan huruf Alfabet dalam Bahasa Inggris, atau bahkan Bahasa Indonesia.

Dalam Bahasa Jerman 26 abjad yang biasa digunakan dalam Bahasa Indonesia, yakni huruf A s/d Z. Khusus abjad ini, pelafalannya sama persis dengan yang biasa dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Huruf “a” berbunyi “a”, huruf vokal “o” juga dibaca “o”, dst.

Akan tetapi, dalam Bahasa Jerman dikenal juga abjad-abjad ekstra. Yakni, abjad dengan umlaud atau tanda titik dua di atas (ä Ä, ö Ö, ü Ü), serta esjet yang dikenal dengan simbol “ß” dan dilafalkan sebagai “ss” (double s).

Varian abjad ini yang menjadi karakteristik Bahasa Jerman dan membuatnya terkesan sulit untuk dipelajari, meskipun sebenarnya, apabila kamu sudah paham dasarnya, akan terasa jauh lebih mudah.

Kata Kerja Berakhiran “-en” dan Aturan Penggunaannya

Sama seperti saudara serumpunnya, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman juga memiki aturan dalam penggunaan kata kerja. Akan tetapi, ada hal menarik yang dapat kita temui di kata kerja Bahasa Jerman.

Yakni, akhiran “-en” dan “-n” yang hampir 100 persen terdapat dalam kata kerja Bahasa Jerman. Kata kerja itu dapat disebut sebagai kata kerja dasar atau dalam tata Bahasa Jerman disebut infinitiv.

Dalam penggunaannya, kata kerja infinitiv akan diubah menjadi kata kerja stamm dimana akhiran “-en” tersebut akan dihilangkan. Stamm inilah yang dalam penggunaannya akan digunakan menyesuaikan subjek atau penggolongan waktu (tense atau dalam Bahasa Jerman disebut Tempus).

Contoh, lernen (belajar) akan menjadi lerne bila digunakan pada subjek pertama tunggal (saya) dan berubah menjadi lernst apabila digunakan pada subjek kedua tunggal (kamu). Penggunaan lernen untuk kalimat lampau atau past menjadi lernte bila digunakan untuk pada subjek pertama tunggal dan menjadi lerntest apabila digunakan pada subjek kedua tunggal.

Gender pada Kata Benda

Coba buka kamus Bahasa Jerman dan cari salah satu kata benda di sana.

Kamu akan menemui tanda “m”, “f”, atau “n” di belakang atau depan setiap kata benda. Huruf-huruf itu merupakan simbol gender dari kata benda tersebut. Simbol “m” berarti Masculine, “f” berarti Feminine dan “n” berarti Neuter (netral). Ya, kata benda dalam Bahasa Jerman memiliki gender.

Sebagian kata benda dapat dikenali gendernya dengan pola-pola tertentu (berakhiran “-ing” bergender m, berakhiran “-ung” bergender “f”, dsb), sebagian lagi dapat dikenali berdasarkan penggolongannya (nama hari bergender m, nama sungai bergender f, dsb) dan sebagian kecil memang harus dihapal.

Dalam penggunaannya, kata benda akan diikuti dengan der (m), die (f) dan das (n) yang berfungsi sama dengan “the dalam Bahasa Inggris. Selain itu, kata benda dalam Bahasa Jerman juga akan selalu diawali dengan huruf kapital (contoh: der Mann, die Universität, das Baby).

Nah, FYI, ada fakta menarik mengenai gender dalam Bahasa Jerman. Yakni, 98,7% kata benda di Bahasa Jerman hanya bisa digunakan untuk satu gender, kurang dari 1,3% yang dapat digunakan untuk dua gender, dan kurang dari 0,2% yang bisa digunakan untuk tiga gender. Dari kata benda yang hanya memiliki satu gender tersebut, 46% adalah feminine, 34% masculine, and 20% adalah neuter.


Ingin kuliah di Jerman gratis dengan Beasiswa DAAD? Dapatkan informasi lengkapnya di sini.


Bagaimana Cara Belajar Bahasa Jerman?

Apabila kamu sudah mengetahui apa saja karakteristik Bahasa Jerman, itu berarti kamu sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai Bahasa Jerman. Tahap selanjutnya, tentu saja mulai untuk belajar bahasa tersebut.

Tapi, bagaimana?

Sebagaimana peribahasa “banyak jalan menuju Roma,” cara memelajari Bahasa Jerman pun beragam. Ada yang dapat dilakukan secara otodidak, sampai kursus di lembaga resmi. Semua tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk itu, simak pembahasan di bawah ini agar kamu punya gambaran jelas sebelum mengambil keputusan ingin belajar Bahasa Jerman dengan cara seperti apa.

Belajar Secara Otodidak

Tidak ada salahnya mencoba belajar Bahasa Jerman secara otodidak. Sebab, saat ini, sudah banyak sarana yang dapat kamu gunakan untuk belajar Bahasa Jerman. Adapun sarana-sarana tersebut, antara lain:

1. Website/Portal Online

Kamu bisa mencari artikel-artikel mengenai pembelajaran di internet apabila mau mulai belajar Bahasa Jerman. Tersedia banyak rujukan berbahasa Indonesia, maupun berbahasa Inggris yang dapat digunakan.

Bahkan, ada website dan portal online yang dikhususkan untuk kamu yang ingin belajar Bahasa Jerman mulai dari nol. Misalnya, DW Indonesia dan Learn a Languange.

Selain belajar di kedua website tersebut, kamu juga dapat belajar Bahasa Jerman di German Pod 101 apabila memiliki sedikit uang lebih untuk membayar paket webinar belajar Bahasa Jerman.

2. Video

Kamu juga dapat menggunakan sarana video untuk belajar Bahasa Jerman. Video-video tersebut bisa didapat dari berbagai sumber, semisal YouTube. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) melalui channel PPI TV memiliki program khusus bagi penonton yang ingin belajar Bahasa Jerman. Selain itu, ada juga channel JermanPod101 yang dapat memberikanmu wawasan lebih luas mengenai Bahasa Jerman secara gratis.

Selain melalui channel Youtube, kamu juga bisa mendapatkan video pembelajaran Bahasa Jerman melalui situs-situs lain yang tersedia di internet. Salah satu yang dapat kamu pergunakan, adalah 10 episode film dari Goethe Institut di Indonesia yang dapat kamu akses di sini.

3. Aplikasi Smartphone

Era teknologi semakin berkembang, dan saat ini, belajar Bahasa Jerman pun bisa dilakukan dalam genggaman.

Terdapat berbagai aplikasi smartphone yang bisa kamu jadikan rujukan untuk belajar bahasa asing, termasuk Bahasa Jerman. Diantaranya, Duolingo dan Memrise. Masing-masing aplikasi tersebut mengemas pembelajaran dengan cara menyenangkan, yang akan meminimalisir rasa bosan.

Goethe Institute sendiri pun saat ini juga menyertakan beberapa aplikasi smartphone yang dapat mempermudah kamu belajar Bahasa Jerman dalam genggaman Smartphone. Ada yang berbentuk tutorial step by step, ada pula yang berbentuk game.

Belajar secara otodidak, baik menggunakan sarana website, aplikasi atau video, memang jauh lebih fleksibel. Kamu bisa mengatur jam belajarmu sendiri, menyesuaikan kesibukan sehari-hari. Belajar Bahasa Jerman secara otodidak juga tak menyita banyak waktu dan meguras tenaga, karena kamu bahkan dapat melakukannya di momen-momen santai. Selain itu, belajar secara otodidak juga cenderung tidak memakan banyak biaya, atau bahkan gratis.

Akan tetapi, belajar Bahasa Jerman secara otodidak saja, belum cukup membawamu ke ranah yang lebih profesional: melanjutkan studi atau mencari pekerjaan, misalnya. Selain itu, karena pola komunikasi yang digunakan bersifat satu arah, pembelajaran akan terasa lebih lambat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk betul-betul menguasai Bahasa Jerman. Belum lagi bila ada yang dibingungkan, kamu akan kesulitan untuk bertanya kepada siapa.

Padahal, untuk dapat melanjutkan studi atau mencari pekerjaan di Jerman, dibutuhkan ujian kemahiran Bahasa Jerman. Apabila kamu belajar secara otodidak, maka kemungkinan untuk lulus ujian lebih kecil, bila dibandingkan dengan belajar di lembaga kursus. Untuk itulah, bila kamu benar-benar berniat untuk melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan, perlu dipertimbangkan untuk belajar Bahasa Jerman di lembaga kursus, sebelum melakukan ujian kemahiran Bahasa Jerman.

Belajar di Lembaga Kursus

Terdapat banyak lembaga kursus Bahasa Jerman di Indonesia. Akan tetapi, tidak semua memiliki lisensi untuk melakukan ujian kemahiran. Di Indonesia, lembaga kursus Bahasa Jerman yang paling terkenal adalah Goethe Institute. Selain menyediakan tempat kursus, Goethe Institut juga satu-satunya lembaga Bahasa Jerman yang sertifikat uji kemahirannya mendapat pengakuan dari institusi pendidikan di Jerman.

Sayangnya, Goethe Institute hanya bisa ditemui di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Bagi kamu yang tinggal di luar daerah tersebut, tentu saja akan mengalami kendala apabila tetap melaksanakan kursus di Goethe Institute. Khususnya, dari segi biaya dan akomodasi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mencari tempat kursus paling dekat dengan rumah Anda.

Meski begitu, jangan asal pilih lembaga kursus juga. Pilihlah yang paling terpercaya dan kualitasnya baik. Sehingga, hasilnya juga tidak mengecewakan. Nah, berikut ada beberapa tips buat kamu dalam memilih lembaga kursus Bahasa Jerman.

1. Teliti lebih jauh profil lembaga tersebut.

Kamu perlu mencari tahu juga, sudah berapa tahun dia berdiri. Berapa banyak lulusan lembaga tersebut yang sudah berhasil berangkat ke Jerman. Serta profil-profil lain yang dapat membuat kamu yakin, bahwa lembaga tersebut memiliki kredibilitas tinggi.

2. Gabung di forum-forum atau milis terkait.

Dalam arti, kamu bisa mencari grup media sosial, forum, website dan sarana komunikasi lain yang terkait dengan lembaga kursus Bahasa Jerman di Indonesia.

Misalnya, PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Jerman yang terbuka dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait lembaga kursus yang dapat dipercaya. Dengan berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, peluang mendapat lembaga kursus dengan kualitas baik, namun harga miring, jauh lebih besar.

3. Sebisa mungkin hindari agen.

Hal itu penting, terutama buat kamu yang memiliki dana pas-pasan untuk melaksanakan kursus Bahasa Jerman. Saat ini, kebanyakan lembaga kursus memiliki website atau jejaring sosial sendiri yang membuat kamu bisa menghubungi pihak lembaga kursus langsung, tanpa perantara pihak ketiga.

Kelebihan belajar di lembaga kursus, tentunya proses belajar Bahasa Jerman yang kamu lakukan lebih fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, kamu juga bisa mendapat pengetahuan tambahan, serta tips dalam melaksanakan ujian kemahiran kelak. Dengan begitu, peluang untuk lulus di ujian kemahiran semakin besar.

Meski begitu, perlu diperhitungkan juga waktu, tenaga dan biaya yang akan dikeluarkan. Sebab, belajar di lembaga kursus tidak fleksibel sebagaimana belajar secara otodidak. Tenaga yang dibutuhkan juga cukup banyak. Serta, biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil.

Jadi, tekad belajar Bahasa Jerman harus sungguh-sungguh dibulatkan, agar waktu, tenaga dan biaya tidak terbuang sia-sia.

Belajar Langsung di Jerman

Cara ini membutuhkan keberanian dan tekad jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Bagi kamu yang memiliki tekad sungguh-sungguh untuk kuliah atau kerja di Jerman, kamu bisa mencoba berangkat langsung ke Jerman dan mencari tempat kursus di sana. Di Jerman sendiri, terdapat pula beberapa lembaga kursus yang biasanya dijadikan tempat belajar orang asing.

Keuntungan yang akan didapat tentunya kesempatan belajar langsung dengan native speaker, serta lingkungan berbahasa Jerman yang tentunya akan mendukung proses belajar. Hasilnya juga barangkali bisa dirasakan lebih cepat, karena tenaga pengajar dan lingkungan yang mendukung.

Selain itu, Apabila kamu memilih belajar langsung Bahasa Jerman di Jerman, maka kamu akan sangat mudah menemukan lembaga kursus bahasa berkualitas. Sebab, di Jerman sendiri terdapat FaDaf, sebuah konsorsium bahasa yang terdiri dari 8 lembaga pendidikan Bahasa Jerman, yang juga dapat membantumu memberikan informasi tentang apa-apa yang harus dipersiapkan untuk belajar Bahasa Jerman.

Akan tetapi, jelas kamu harus memiliki persiapan matang, baik dari segi akomodasi, biaya, maupun mental. Karena berangkat langsung ke Jerman dan baru belajar Bahasa Jerman saat sudah tiba di sana, itu jauh lebih berisiko.


Untuk daftar lengkap universitas di Jerman, klik di sini!


Tingkat Kemahiran Berbahasa Jerman

Sedari tadi terus disinggung soal ujian kemahiran, nilai, level, atau jenjang kemahiran berbahasa Jerman.

Sebenarnya, apa yang dimaksud semua itu?

Oleh karena dari awal sudah disinggung soal hal-hal yang berhubungan dengan ujian kemahiran beserta level dan jenjangnya, maka berikut akan dijelaskan mengenai hal-hal tersebut.

Instansi-instansi pendidikan biasanya akan meminta sertifikat kemahiran. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan, akan mensyaratkan sertifikat minimal sesuai dengan jenjang yang dibutuhkan. Bahkan, saat ini, pemerintah Jerman sendiri mensyarakatkan sertifikat kemahiran Bahasa Jerman bagi warga asing yang akan menikah dengan warga Jerman.

Adapun jenis sertifikat kemahiran berbahasa Jerman ini sendiri jenisnya beragam. Ada TestDaF, TELC, dan yang paling umum adalah Goethe Zertifikat. Jenjang sertifikasi kemahiran pun disesuaikan dengan kebijakan Uni Eropa.

Berikut penjelasan mengenai jenjang sertifikat kemahiran berbahasa Jerman yang disadur dari situs resmi Goethe Institute:

A1. Jenjang terendah

Apabila lulus dalam tingkatan ini, berarti kamu sudah dapat berkomunikasi sederhana dengan bahasa Jerman, apabila lawan bicaramu berbicara dengan lambat dan jelas. Jenjang ini biasanya menjadi syarat bagi warga yang ingin melakukan program Au Pair (menjadi anggota keluarga angkat di salah satu keluarga di Jerman), menikah dengan warga di sana, dan juga melakukan pekerjaan kasar.

A2. Tahap ini berada sedikit di atas A1.

Apabila kamu lulus dalam ujian ini, maka kamu sudah dapat dikatakan, mampu melakukan percakapan sederhana menggunakan Bahasa Jerman. Kamu juga mengerti ungkapan dan istilah yang digunakan sehari-hari dalam Bahasa Jerman.

B1. Jenjang ini biasanya diperuntukkan untuk lulusan sekolah menengah atas yang ingin melanjutkan studi ke salah satu universitas di Jerman.

Untuk mengikuti program penyetaraan (Studienkolle), pelajar diharuskan memiliki sertifikat minimal berjenjang B1. Selain itu, jenjang B1 umumnya menjadi standar warga asing agar dapat bekerja (di sektor-sektor tertentu) di Jerman.

Ya, karena pada level ini, kamu dianggap telah mampu menjadi penutur Bahasa Jerman yang mandiri, mampu memahami konteks bahasan, dan menceritakan sesuatu lebih kompleks.

B2. Sementara untuk jenjang B2 sendiri, beberapa universitas mensyaratkan calon mahasiswa dari luar Jerman memiliki sertifikat berjenjang B2.

Khususnya untuk yang ingin melanjutkan studi magister. B2 biasanya juga diperuntukkan bagi tenaga kerja asing yang ingin bekerja di bidang kedokteran.

C1. Pemilik sertifikat kemahiran C1 merupakan pengguna Bahasa Jerman tingkat lanjut.

Beberapa universitas (selain mensyaratkan B2) ada pula yang mensyaratkan jenjang C1 bagi calon mahasiswa asing mereka. Khususnya, pada bidang ilmu tertentu. Penguasaan Bahasa Jerman pada level ini sudah bisa dikatakan ekspert, karena dapat memahami bahasa-bahasa yang lebih rumit (seperti bahasa ilmiah), serta menjawab pertanyaan secara spontan dan lancar tanpa kesulitan.

C2. Jenjang terakhir.

Jenjang C2 biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin mengajar di sekolah Jerman atau melakukan riset dengan bahasa Jerman.

Kamu yang memiliki sudah mencapai jenjang C2, bisa dikatakan dapat menguasai Bahasa Jerman nyaris seperti menuturkan bahasa ibu aslinya. Untuk itu, bila sudah mencapai jenjang ini, dapat dikatakan bahwa kamu tidak memiliki kendala dan keterbatasan dalam menggunakan bahasa jerman.


Universitas Popular di Jerman: Technische Universität Dresden


Tips ‘n Trik Belajar Bahasa Jerman

Begitulah sekiranya pengetahuan dasar berbahasa Jerman yang dapat menjadi bekal bagi kamu yang ingin mulai belajar Bahasa Jerman.

Dan sebagai stimulus terakhir untukmu, kami akan memberikan tips dan trik yang dapat membuat kamu menguasai Bahasa Jerman lebih cepat.

Film, Buku, sampai Musik Berbahasa Jerman adalah Teman Belajar Terbaik Buatmu

Sering-seringlah menonton film Jerman, membaca buku, artikel, berita berbahasa Jerman, atau mendengarkan musik berbahasa Jerman. Hal itu akan sangat membantu proses belajarmu, baik di tempat kursus, maupun otodidak.

Rajin-Rajin Berjejaring dengan Sesama Pembelajar

Ada banyak forum, grup, milis dan sarana lain yang kerap menjadi ruang komunikasi sesama pembelajar Bahasa Jerman. Biasanya, akan ada masukan, saran dan bahkan kamu bisa berbagi cerita, hingga bertanya kepada anggota forum tentang kesulitan-kesulitan yang kamu alami. Tidak hanya itu, dengan mengenal sesama pembelajar, maka kamu juga bisa saling melatih kemampuan berbahasamu.

Buat Lingkunganmu menjadi se-Jerman Mungkin

Hal ini dapat kamu realisasikan dengan membuat laptop atau komputermu menjadi multilingual dengan salah satu bahasanya menggunakan Bahasa Jerman. Kamu juga bisa menklonfigurasi smartphone atau tabletmu agar menggunakan Bahasa Jerman sebagai bahasa utama. Bahkan, kalau mau, buat juga sosial mediamu, menjadi seperti itu.

Siasati dengan Teknik-Teknik Khusus

Terdapat berbagai macam teknik belajar yang masing-masing dapat membantu kamu menyelesaikan masalah belajar yang kamu alami. Bisa dengan melakukan teknis SRS (Spaced Repetition System), untuk terus menambah kosakata baru. Bisa juga dengan teknik mnemonics yang berguna untuk mengingat kosakata-kosakata yang telah kamu mikiki. Atau, bisa juga kamu gunakan teknik Podomoro System yang dapat membantumu tetap fokus dalam belajar.

Jangan Takut Berbicara dengan Orang Jerman

Sering-seringlah berkomunikasi dengan orang asli Jerman. Kamu bisa menghubunginya secara langsung, atau bisa pula mulai menjalin pertemenan dengan orang Jerman melalui media sosial. Selain menambah kepercayaan diri, kamu bisa membiasakan diri untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Jerman.

Nah, sekian penjelasan mengenai belajar Bahasa Jerman. Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk menambah kemampuan berbahasamu lagi?


Klik di sini untuk detail lebih lanjut mengenai kuliah S2 di Jerman.