Media
Language

Begini Cara Pengajuan Student Visa ke Eropa

Last updated on 16 Dec 2018

in the article.jpeg

Photo by Agus Dietrich via Unsplash

Oleh Mia Angeline


Bermimpi Melanjutkan Studi ke Eropa? Jangan lewatkan EHEF 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti. Segera daftarkan dirimu sebagai peserta dalam perhelatan akbar EHEF 2018 secara GRATIS di sini.


Sebagai salah satu tujuan belajar favorit, Eropa mengharuskan pelajar untuk memiliki visa pelajar.

Secara umum, ada 2 tipe visa pelajar untuk Eropa, yaitu visa studi Schengen untuk masa studi tiga bulan dan Residence Permit / National Visa untuk masa studi lebih dari 3 bulan.

Lalu, bagaimana cara pengajuan visa pelajar ke Eropa?

Secara umum langkah-langkahnya seperti ini:

LANGKAH #1: Mencari informasi

Informasi bisa didapatkan di website kedutaan negara yang dituju. Karena biasanya untuk National Visa hanya dilayani langsung oleh kedutaan, tidak bisa melalui agen seperti VFS.

LANGKAH #2: Persiapan Dokumen

Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu:

1. Paspor

Dokumen yang harus disiapkan pertama kali adalah paspor kalian yang masih berlaku minimal enam bulan hingga tanggal kadaluarsa. Idealnya masa berlaku paspor kalian harus lebih dari enam bulan, jika kurang sebaiknya diperpanjang dulu.

2. Dokumen pendukung asli

Akte lahir, kartu keluarga, ijazah sekolah terdahulu, dan transkrip nilai. Seluruh dokumen ini harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Jangan lupa juga untuk menyediakan foto ukuran paspor terbaru sebanyak 2 buah.

3. Letter of Acceptance

Surat penerimaan atau letter of acceptance yang menandakan kalian telah resmi diterima menjadi mahasiswa di universitas yang kalian pilih.

4. Sertifikat bahasa

Sertifikat bahasa yang sesuai dengan bahasa yang akan digunakan selama studi, misalnya IELTS atau TOEFL. Perhatikan persyaratan minimum bahasa yang dibutuhkan ya.

5. Bukti jaminan finansial

Bukti jaminan finansial ini menunjukkan kemampuan finansial kalian untuk tinggal di Eropa. Bukti keuangan dapat berupa rekening koran asli atau buku tabungan asli dengan saldo mengendap minimum 28 hari sebelum pengajuan visa. Besaran saldo ini harus dihitung berdasarkan uang sekolah dan biaya hidup selama 1 tahun, ditambah biaya tiket pulang pergi, yang seluruhnya dikonversi ke rupiah. Selain rekening koran, dibutuhkan juga surat referensi bank asli ya.

Jika kalian mendapatkan beasiswa maka jaminan finansial di atas bisa digantikan dengan surat pernyataan dari lembaga beasiswa yang menyatakan akan menjamin biaya kuliah dan biaya hidup selama masa studi.

6. Bukti booking tiket dan asuransi medis

Siapkan juga lampiran booking tiket dan asuransi medis. Pastikan kalau asuransi yang kalian pilih berlaku selama masa studi kalian di Eropa. Sebaiknya tiket tidak dibayar dulu sampai proses visa selesai.

7. Bukti pembayaran pemrosesan visa

Selanjutnya, menyiapkan lampiran bukti pembayaran pemrosesan visa. Jumlah biaya ini biasanya berbeda-beda tergantung negara yang dituju.

8. Dokumen tambahan

Terakhir, kalian mungkin harus menyiapkan dokumen tambahan. Misalnya untuk visa pelajar ke Swiss atau Jerman maka kalian harus menyusun Motivation Letter yang berisi alasan kenapa kalian ingin kuliah di sana.


Ingin kuliah di Eropa gratis? Yuk daftar beasiswa LPDP atau Erasmus+.


LANGKAH #3: Mengikuti tes kesehatan.

Setelah seluruh dokumen di atas sudah kalian siapkan, kalian mungkin juga perlu melakukan tes kesehatan. Tes kesehatan ini mencakup tes kesehatan fisik dan ditambah dengan tes lain yang diperlukan, tergantung negara yang dituju (misalnya tes TBC untuk kalian yang mau ke Inggris). Yang harus diingat, tes kesehatan ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pihak konsulat atau kedutaan.

LANGKAH #4: Menyerahkan berkas dokumen ke kedutaan.

Ada kedutaan yang dapat dikunjungi langsung, ada pula yang harus mendaftar online terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor antrian. Lalu adapula negara yang mengharuskan untuk wawancara. Misalnya untuk visa pelajar ke Inggris, kalian akan diminta untuk melakukan wawancara via Skype setelah menyerahkan berkas.

LANGKAH #5: Menunggu hasil.

Biasanya proses pembuatan visa pelajar ini memakan waktu sekitar 6 minggu sampai 12 minggu. Jika setelah jangka waktu tersebut kalian belum mendapatkan konfirmasi maka kalian dapat menghubungi konsulat / kedutaan kembali, bisa saja ada kelengkapan lain yang harus kalian lengkapi terlebih dulu.

LANGKAH #6: Melaporkan ijin tinggal.

Setelah aplikasi visa kalian disetujui, maka kalian akan diberikan jangka waktu untuk mendaftar ijin tinggal di negara tujuan. Ijin tinggal atau residence permit ini adalah dokumen resmi yang mengijinkan kalian untuk tinggal lebih dari 3 bulan di negara tersebut. Jika ijin tinggal tidak diurus dalam jangka waktu yang ditentukan, kalian bisa dideportasi lho.


Untuk daftar lengkap Beasiswa Kuliah ke Belanda, klik di sini.


Untuk kalian yang mau studi ke Belanda, biasanya pihak universitas akan membantu dalam pengurusan visa.

Setelah mendapatkan Letter of Acceptance, kalian harus mentransfer biaya kuliah, biaya visa, dan biaya hidup 1 tahun ke rekening universitas. Atau bagi yang mendapat beasiswa hanya mentransfer biaya pengurusan visa. Lalu pihak universitas akan meminta berkas kalian, discan atau dikirim via pos.

Setelah itu, jika visa disetujui maka kalian akan dikabari via email oleh pihak universitas, dan kalian harus menyerahkan paspor dan berkas-berkas ke kedutaan Belanda di Jakarta untuk mendapatkan cap visa.

Pengurusan visa pelajar ini memang susah-susah gampang, namun jangan dijadikan alasan kalian batal kuliah di luar negeri ya.

Kuliah di Eropa akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dan pastinya akan membuka pintu-pintu peluang untuk masa depan yang lebih cerah.


Kuliah di Eropa dengan Biaya Sendiri? Dapatkan informasi mengenai kuliah di negara-negara Eropa di sini.