Media
Language

7 Tips Membuat Budget-Plan untuk Sekolah di Luar Negeri

Last updated on 19 Dec 2018

IMG_8926.PNG

Oleh Nurul Hardiyanti

Setelah diterima Universitas impian, hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah hitung biaya hidup di sana.

Sekolah di luar negeri itu memang tidak mudah.

Pertama, kamu harus berjuang untuk bisa diterima di instansi Pendidikan di negara yang kamu inginkan.

Lalu kedua, besar biaya hidup yang akan dikeluarkan nantinya.

Tentunya biaya hidup, harga serta keseharian di negara tempat kamu akan menuntut ilmu nanti, misalnya Eropa berbeda jauh dengan Indonesia.

Oleh karena itu, sangat penting membuat budget-plan untuk pengeluaranmu setiap bulan ketika kuliah di Eropa. Kamu akan lebih aware mengenai jumlah uang yang kamu butuhkan setiap bulannya.

Berikut ini tips dari ehef.id untuk kamu dalam menghitung biaya hidup di negara tujuan. Kita hitungnya secara bulanan, ya!

1. Pastikan apa yang kamu dapat dan tidak dari Universitas

Setelah diterima, cari tahu apa saja biaya yang di-cover oleh Universitas. Apakah kamu akan tinggal di asrama gratis, mendapat support transportasi atau tidak.


Untuk daftar universitas di Eropa, klik di sini.


2. Hunting biaya kos-kosan atau tempat tinggal kamu nantinya

Ini paling penting, kamu harus tahu mau tinggal di mana kalau Universitas tidak menyediakan asrama. Apakah di apartemen sendirian, bersama teman, tinggal di tengah kota, dekat kampus, beserta harga-harga fasilitas yang mungkin kamu gunakan nantinya. Contohnya laundry, listrik, biaya kebersihan tiap bulan, dan sebagainya.

3. Transportasi

Mungkin kalau kamu tinggal di dekat kampus dan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi, kamu bisa lewati poin ini. Tapi kalau tempat tinggal kamu membutuhkan transportasi ke kampus dan tempat wajib lainnya yang akan kamu kunjungi secara reguler, poin ini penting untuk dihitung. Pasalnya, kamu akan menggunakan transportasi hampir setiap hari.

Cari tahu sebanyak mungkin opsi transportasi yang kamu bisa gunakan, baik itu tram, bis, atau mungkin kamu bisa menyewa sepeda.

Jika kamu akan menggunakan tram atau bis, cari tahu apakah kamu bisa mendapatkan potongan harga dengan student card atau ISIC (International Student Identity Card).


Untuk info lengkap mengenai Beasiswa LPDP, klik di sini.


4. Makanan dan kebutuhan pokok lainnya

Carilah informasi seputar makanan di daerah sekitar tempat tinggal kamu. Mana yang sesuai budget, mana yang tidak. Lalu bayangkan makanan apa yang bisa kamu makan setiap harinya.

Kalau kamu mau masak, cari tahu harga bahan makanan di sana pula. Di negara-negara Eropa biasanya juga ada supermarket yang menjual bahan makanan Asia dan halal. Kamu bisa melakukan survey ke supermarket tersebut dan menghitung biaya belanja yang akan kamu perlukan setiap bulannya.

Selain makanan, kebutuhan pokok seperti perlengkapan mandi juga perlu kamu hitung.

Menurut Dikky Indrawan, mahasiswa PhD dari Wageningen University, Belanda, jika kamu bisa menyesuaikan pola makan kamu seperti orang Belanda tentu biaya nya akan lebih murah.

Orang-orang Belanda lebih banyak mengonsumsi roti untuk makanan sehari-hari mereka. Jika kita ingin memasak masakan Indonesia yang memerlukan banyak bahan baku maka tentu biaya makan kita akan menjadi lebih mahal karena listrik, gas, dan air disana cenderung mahal. (Dikky Indrawan)


Baca tips lengkap mengenai hidup di Belanda dari Dikky Indrawan di sini.


5. Belanja Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder, walaupun bukan paling utama tapi tetap dibutuhkan oleh para pelajar. Jika negara tujuan kamu nanti punya berbagai macam musim, tentu membeli pakaian-pakaian sesuai musim sangat dibutuhkan. Juga biaya untuk perlengkapan sekolah kamu nantinya.

Kalau memungkinkan, kamu bisa membawa pakaian-pakaian untuk berbagai musim dari Indonesia, begitu juga perlengkapan sekolah.

Selain itu, juga perlu menghitung uang untuk hiburan. Kalkulasi berapa kali kamu akan menonton film di bioskop dalam satu bulan, pergi ke tempat rekreasi, atau sekedar membeli tiket untuk main video game.

6. Biaya Nongkrong

Sudah sekolah di luar negeri tapi tidak ingin bersosialisasi pasti rasanya rugi banget, dong?

Nah, hitunglah biaya nongkrong kamu untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Tidak perlu mahal-mahal, hitung saja biaya nongkrong di kafe dengan secangkir kopi atau makan sekali sebulan di sebuah restaurant bersama teman.


Dapatkan daftar beasiswa Kuliah di Eropa di sini!


7. Uang Darurat

Alokasikan sedikit uangmu untuk situasi-situasi yang tidak terduga. Tentunya kita tidak ingin hal-hal buruk menimpa kita saat kuliah di Eropa. Tapi tidak ada salahnya untuk mengantisipasi hal-hal tersebut.

Itulah beberapa kategori biaya yang perlu kamu persiapkan untuk hidup dan kuliah di Eropa.

Intinya, kamu harus mempunyai budget plan yang jelas setiap bulan agar kamu bisa mempersiapkan dana nya sebelum kamu berangkat. Selain itu, mempunyai budget plan juga akan membuat pengeluaran kamu terkontrol, terutama jika dana kamu terbatas.

Jika kamu kesulitan membuat budget plan, kamu juga bisa meminta saran dari mahasiswa internasional lain atau senior yang lebih familiar dengan kebutuhan hidup di negara tersebut. Di situs resmi kedutaan negara yang kamu tuju juga umumnya menyediakan informasi perkiraan biaya hidup yang diperlukan oleh mahasiswa internasional.

Ketika kamu sudah berada di negara tersebut, explore area tempat tinggal kamu untuk mengetahui opsi yang kamu punya baik dalam hal transportasi, makanan, tempat tinggal, dan lain-lain.

Manfaatkan promo khusus untuk mahasiswa internasional sebisa mungkin. Kamu juga bisa mengambil pekerjaan part-time untuk menambah pemasukanmu.

Kedisiplinan dalam mengikuti rencana pengeluaran yang telah kamu buat tentunya tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin! Kamu mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk benar-benar bisa menyesuaikan gaya hidupmu dengan situasi di sana dan kemampuan finansialmu.

Remember, when there is a will, there is a way!


Untuk info lengkap tentang Kuliah di Eropa, klik di sini.