Language

5 Tips Agar University Application Kamu Sukses Mengantarmu Kuliah di Eropa

Last updated on 15 Dec 2019
5 Tips Agar University Application Kamu Sukses Mengantarmu Kuliah di Eropa

photo-1523871762770-87bda6d9ab58.jpeg

Oleh Kukuh Wangsa Giaji
Dengan semakin dekatnya waktu untuk mengajukan aplikasi kuliah di luar negeri, maka kamu mungkin sedang berpikir keras:

Apa sih yang diharapkan oleh universitas dari aku?”

Tidak hanya kamu tapi ratusan calon mahasiswa lain juga pasti sedang berpikir demikian. Resah dan galau sudah jadi gejala umum yang pasti bikin kamu kesulitan tidur. Padahal kamu lagi butuh banyak waktu istirahat untuk mempersiapkan berbagai berkas, dokumen, dan persyaratan lainnya. Belum lagi proses yang panjang.

Mumet banget kan?


Daftar beasiswa kuliah di Eropa


Kali ini, ehef.id ingin membantu kamu untuk mengatasinya! Berikut artikel yang membahas lengkap bagaimana aplikasi kamu tampak profesional dan berkualitas:

Tips #1: Riset dan Baca Detail

Pesatnya pertumbuhan teknologi membuat proses pengajuan aplikasi kian mudah. Cukup masuk ke dalam website resmi dari universitas atau negara tujuan dan kamu sudah bisa mengirim dokumen tanpa mengeluarkan banyak uang!

Tentu ini membuat universitas dan tim seleksi di dalamnya semakin ketat saat proses screening.

Lalu gimana sih caranya agar kamu bisa dilirik oleh penyeleksi?

Tunjukkan passion** kamu atas bidang studi dan universitas yang akan dipilih. Karena itu penting banget untuk riset dan baca menyeluruh** di laman situs program studi pilihan kamu!

Demonstrasikan bahwa kamu kenal dekat dan paham materi yang akan diberikan selama proses kuliah nantinya.

Misalnya, kalau kamu ingin di bidang studi biologi bisa mulai membaca On the Origin of Species, kalau tertarik di dunia sastra cobalah baca Ulysses dan To the Lighthouse, atau jika suka yang berbau budaya, media dan komunikasi bisa baca kumpulan esai dalam buku Media and Cultural Studies: Keyworks.

Berikan perpektif kritis kamu soal buku-buku yang telah dibaca karena itu akan memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi kuliah kamu.

Tips #2: Membuat Outline Esai

Membuat esai atau personal statement memang susah-susah gampang.

Namun yang paling dilupakan oleh banyak pendaftar adalah setiap orang memiliki ciri khasnya dalam menulis. Maka tak jarang ketika melihat contoh esai di internet yang terjadi adalah malah berupaya untuk meniru tulisan itu.

Padahal tidak semua orang bisa membuat esai yang panjang, terkadang ada tipikal penulis yang straight to the point. Apa lagi setiap universitas menetapkan jumlah kata/karakter maksimum tersendiri.

Maka, tidak ada salahnya untuk membuat outline atau kerangka penulisan terlebih dahulu. Buatlah daftar apa yang ingin kamu sampaikan dalam esai kamu, lalu akan lebih baik jika disertai dengan meminta saran kepada teman yang memiliki pengalaman serupa.

Judy Muir, konsuler perguruan tinggi independen di Houston menyampaikan bahwa cara menulis menunjukkan siapa jati diri kita dan bagaimana cara kita belajar. Ini bisa menjadi preferensi dan keunggulan dalam aplikasi kita nantinya.

Kesimpulannya, jadi diri kamu sendiri dan ingat don't be afraid of being different! Oke?


Daftar univeristas di Eropa


Tips #3: Volunteer

Bukan hal yang sulit untuk menebak bahwa universitas suka dengan calon mahasiswa yang aktif, terutama dalam aktivitas volunteerism.

Kenapa?

Karena ini menunjukkan kamu memiliki jiwa sosial yang tinggi dan ingin merubah dunia jadi lebih baik.

Kalau kamu pernah memiliki pengalaman menjadi relawan sudah pasti harus kamu tampilkan dalam aplikasimu. Nah, sedangkan bagi kamu yang belum tapi masih memiliki waktu panjang dari tenggat waktu pendaftaran bisa coba mulai cari kegiatan relawan yang bisa diikuti.

Banyak banget tersedia informasi seputar kegiatan relawan dari lokal, domestik hingga internasional. Aktivitas ini juga bisa mempertemukan kamu dengan orang dari beda budaya, dan negara yang menambah pengalamanmu ketika menghadapi gegar budaya.

Tips #4: Partisipasi dan Kolaborasi

Universitas tidak hanya ingin kamu bagus dalam hal akademik saja, namun juga harus disertai dengan kegiatan ekstrakurikuler sebagai pelengkap.

Beberapa kegiatan yang cukup populer dan bergengsi, contohnya adalah klub debat, klub olahraga, dan klub film. Tapi bukan berarti harus masuk ke dalam kegiatan di atas, yah!

Kamu bisa saja memilih klub atau organisasi yang berhubungan dengan fokus akademik kamu. Misalnya, kamu di program studi Psikologi bisa banget join dengan komunitas peduli kesehatan mental, atau misalnya kamu jurusan Hubungan Internasional bisa join ke organisasi AIESEC (jika ada).

Intinya, cari lah yang memang cocok dengan diri dan/atau studi kamu lalu tunjukkan bahwa kontribusi kamu nantinya bisa memberikan efek yang besar bagi klub dan universitas tersebut.


Kuliah di Eropa dengan Beasiswa Erasmus+


Tips #5: Kemampuan Berpikir dan Hidup Mandiri

Jika kamu kuliah di luar negeri maka sudah pasti akan jauh dari orang tua dan teman dekat. Universitas pasti mempertimbangkan apakah kamu benar-benar siap untuk hidup secara mandiri.

Berdasarkan artikel dan survei dari Times Higher Education ditemukan hampir setengah penyeleksi admisi di UK merasa calon mahasiswa belum siap untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Kok bisa berpikir gitu?

Ternyata 89 responden menyampaikan ketidakmampuan mahasiswa untuk berpikir dan belajar secara mandiri, sementara tiga perempat percaya para siswa kurang memiliki keterampilan sosial dan bahkan akal sehat!

Lalu bagaimana kamu bisa menunjukkan kemandirian kamu?

Caranya coba sampaikan pengalaman self-achievement kamu ketika berani untuk aktif di suatu organisasi atau komunitas.

Misalnya, kamu menjadi perempuan pertama yang memimpin OSIS atau organisasi di sekolah ini bisa jadi poin plus untuk aplikasi kamu. Bisa juga menceritakan perubahan sifat kamu yang tadinya tidak berani ikut organisasi apapun tapi berani challenge yourself dengan aktif di berbagai kegiatan!

Bahkan bisa sampaikan pengalaman paling personal sekalipun, contohnya pengalaman kamu travelling abroad pertama kali dan sendirian!


Baca artikel Times Higher Education di sini.


On top of all, the most Important tip is: Early Application!

Last but not least: Wajib daftar di tanggal awal!

Universitas bisa melihat berapa seriusnya kamu dengan universitas pilihan dari jarak pengiriman aplikasi dengan tenggat waktu tertera. Jika kamu daftar di awal pembukaan maka kamu telah menunjukkan itensi baik dengan pilihan universitas tersebut.

Buatlah daftar universitas dan program studi yang kamu prioritaskan. Persiapkan semua syarat dari jauh hari kalau bisa bahkan sebelum pengumuman tanggal submit dengan begitu ketika sudah dibuka kamu tinggal daftar dan langsung lampirkan file saja.

Semakin cepat maka makin baik meskipun setiap universitas kadang memiliki late application. Namun, selalu ada risiko kamu bisa masuk ke dalam daftar “waiting list.

Gak mau kan?

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat aplikasi kuliah di luar negeri jadi berkualitas. Jangan lupa baca tips dan trik lainnnya di ehef.id.

Info lengkap kuliah di Eropa, klik di sini!