Media
Language

Tips Mendapatkan LoA dari Universitas Ternama di Eropa!

Last updated on 23 Oct 2018

photo-1518775005910-7aa25aa9614a.jpeg Photo by rawpixel via Unsplash

Oleh Kukuh Wangsa Giaji

Mewujudkan mimpi untuk menjadi mahasiswa internasional di salah satu universitas ternama di Eropa tentu bukan hal yang mudah.

Persaingan yang ketat dengan para pendaftar dari belahan dunia serta alur pendaftaran dan syarat yang banyak kadang jadi beban tersendiri bagi pendaftar.

Namun tidak mustahil untuk meraih mimpi itu bila kamu berjuang dan mempersiapkan diri dengan matang.


Untuk info lengkap mengenai beasiswa LPDP untuk Kuliah di Eropa, klik di sini.


Berikut ini kami sajikan apa saja yang mesti kamu persiapkan untuk meraih Letter of Acceptance (LoA) di universitas populer Eropa.

Tentukan Negara Pilihan

Kebanyakan pendaftar akan mencari program atau universitas terlebih dahulu padahal menentukan negara terlebih dahulu bisa menghemat waktu riset karena secara tidak langsung akan mengerucutkan pilihan.

Bila kamu masih belum bisa menentukan negara yang ingin dijadikan tempat melanjutkan pendidikan, cobalah mulai analisis dari bahasa, budaya, iklim, dan kondisi masyarakat mereka apakah cocok dengan karakter kamu.

Misalnya, bila kamu ingin berkuliah di Jerman maka harus memiliki keterampilan Bahasa Jerman minimal pada tingkat B1. Sekalipun program yang ditempuh berbahasa inggris, kemampuan berbahasa jerman sangat penting digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Berbeda dengan Swedia yang mayoritas masyarakatnya lebih memilih menggunakan bahasa inggris ketimbang bahasa aslinya, Svenska.

Riset Program dan Universitas

Selanjutnya, tentukan program dan universitas yang cocok dengan latar belakang kamu. Kondisikan hal ini dengan menganalisis latar belakang studi, pengalaman bekerja serta minat kamu.

Kamu bisa melihat daftar universitas ternama melalui situs QS World University Rankings yang menyajikan informasi lengkap mengenai universitas-universitas di seluruh dunia. Dan juga bisa melihat ulasan mengenai universitas di Eropa di sini.

Bagi kamu yang awam, program di Eropa lebih spesifik ketimbang Indonesia dan daya tempuh pendidikan relatif singkat, yaitu satu tahun untuk master. Selain itu, bila kamu hendak mengambil gelar pascasarjana tentukan apakah akan memilih program research atau taught.

Program research condong ke arah pengajaran yang lebih banyak teori untuk menghasilkan calon pendidik dan peneliti. Sementara taught lebih fokus kepada pengajaran bersifat praktik yang menghasilkan praktisi. Jangan lupa memperhatikan kurikulum dan pilihan materi yang akan dipelajari selama masa perkuliahan.


Untuk daftar lengkap universitas di Eropa, klik di sini.


Mempersiapkan Dokumen yang Disyaratkan

Setelah kamu yakin mengenai pilihan negara, program dan universitas yang diinginkan kini saatnya memasuki tahap paling genting, yaitu mempersiapkan dokumen untuk proses pendaftaran.

Setiap lembaga memiliki syarat tersendiri tapi sebagian besar dokumen umum yang diminta sama.

  1. Ijazah dan transkip nilai berbahasa inggris.

Banyak universitas di Indonesia telah mengeluarkan sertifikat dengan bilingual namun bila tidak silahkan terjemahkan sertifikat kamu melalui jasa penerjemah tersumpah atau istilahnya Sworn Translator.

  1. Resume.

Negara eropa sangat ketat dalam format resume atau curriculum vitae (CV) karena itu pastikan yang kamu buat telah sesuai instruksi. Beberapa kampus menyarankan agar pendaftar membuat resume secara daring di europass.

  1. Surat rekomendasi

Mayoritas universitas di Eropa meminta ini sebagai persyaratan maka dari jauh hari segera hubungi dosen yang mengenal rekam jejak kamu selama berkuliah.

Standarnya surat yang diminta berjumlah dua buah, yaitu dosen dan/atau atasan kamu bekerja. Kamu cukup memasukkan alamat email yang bersangkutan dan tautan formulir akan dikirimkan ke pemberi rekomendasi.

  1. Melampirkan tulisan ilmiah atau rangkuman skripsi.

Universitas terbaik di Eropa kerap meminta hasil karya ilmiah atau rangkuman singkat skripsi yang dikerjakan para calon mahasiswanya. Hal ini untuk menilai seberapa paham kamu terhadap materi dan metode penelitian yang dilakukan. Biasanya program studi research yang meminta syarat ini.

  1. Sertifikat kemampuan berbahasa inggris minimal C1.

Hampir semua negara di Eropa sudah tidak memasukkan TOEFL sebagai sertifikat resmi melainkan IELTS. Target yang harus kamu capai adalah skor minimal 6.5 dengan setiap bagian (listening, reading, writing, dan speaking) tidak kurang dari 6.0.

Membuat Motivation Letter/Application Essay

Membuat motivation letter/application essay mengenai alasan kamu memutuskan berkuliah di program dan universitas yang telah dipilih sebenarnya tidak sulit tapi memang dibutuhkan ketekunan dan koreksi tulisan berkali-kali. Tidak jarang calon mahasiswa sulit menulis dengan baik dan gagal menyampaikan tujuannya melanjutkan studi.

Kamu harus sering-sering membaca tulisan yang telah dibuat orang lain dan menganalisis teknik penulisannya. Tulislah berdasarkan pengalaman yang kamu miliki dan kaitkan dengan program studi serta manfaat apa yang bisa diambil.

Cantumkan juga karakter dan model kepemimpinan serta prestasi yang telah kamu raih. Bubuhkan motivasi dan mata kuliah apa yang kamu minati di program yang kamu pilih.

Selalu berikan hasil tulisan kamu kepada teman untuk diberikan saran dan koreksi. Hal ini sangat membantu kamu bila saja ada yang kurang atau terlupakan untuk kamu cantumkan di motivation letter/application essay mu.


Untuk info lengkap mengenai beasiswa Erasmus+ untuk Kuliah di Eropa, klik di sini.


Membuat Proposal Riset

Khusus syarat ini biasanya hanya kepada mahasiswa dengan program riset yang akan mengambil gelar doktor.

Membuat proposal riset harus sesuai dengan acuan yang diberikan kampus. Jangan membuat proposal penelitian yang tidak kamu pahami fenomenanya, carilah kejadian-kejadian yang dekat dan bisa kamu analisis dengan teori dan riset.

Kuliah di luar negeri tidak mensyaratkan kamu untuk membuat penelitian bagi negara lain, malah mengupas yang ada di negara sendiri jauh lebih baik.

Mencari Pendanaan

Setelah kamu melengkapi syarat jangan lupa mulai mencari sumber dana kuliah atau sponsor. Banyak beasiswa yang disediakan untuk berkuliah di Eropa, misalnya Chevening, LPDP dan Erasmus+ yang mencakup biaya keberangkatan, tempat tinggal, hidup dan kuliah.

Perhatikan jadwal agar tidak berbenturan dengan waktu terakhir pendaftaran ulang di kampus.

Itu dia hal-hal yang bisa kamu lakukan agar mendapatkan LoA dari universitas terbaik di Eropa.

Bila kamu kesulitan mendapatkan informasi bisa mengunjungi pameran pendidikan European Higher Education Fair (EHEF) 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 November (Bandung), 10 & 11 November (Jakarta), dan 13 November (Yogyakarta).

Melalui pameran EHEF kamu bisa mendapatkan informasi beasiswa dan langsung bertemu dengan perwakilan kampus-kampus ternama.


Untuk info lebih lanjut tentang Kuliah di Eropa, klik di sini