Media
Language

Kunci Sukses Kirana Agustina, Peraih Chevening Scholarship 2017

Last updated on 15 Sep 2019

EHEF_LiveIG_UK_Kirana_Web_RECAP_1200x615pxl.jpg Oleh Claire Jasmine


Pingin melanjutkan studi di Eropa? Jangan lewatkan EHEF Indonesia 2019, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti!

Surabaya 31 Oktober 2019

Jakarta 2 - 3 November 2019

Bandung 5 November 2019

Registrasikan dirimu di sini! Acara ini GRATIS!


Chevening

Chevening Awards adalah beasiswa dengan prestise tinggi dari pemerintah Inggris. Beasiswa ini membantu calon pemimpin masa depan dari seluruh dunia yang ingin melanjutkan studi S2 di universitas Inggris. Beasiswa ini sangat istimewa karena tidak hanya mendanai awardee seluruh biaya sekolah, tetapi juga biaya hidup!

Pendaftaran Chevening Awards tahun 2019/2020 telah dibuka tanggal 5 Agustus 2019 dan ditutup tanggal 5 November 2019. Untuk membantu mempersiapkan kamu, EHEF mewawancarai salah satu awardee Chevening Scholarship tahun 2017 yang berasal dari Bandung yaitu Kirana Agustina. Saat ini, Kirana berkuliah S2 di University College London dengan jurusan Environment, Politics, and Society yang didanai sepenuhnya oleh Chevening.

Lewat interview EHEF di IGTV, Kirana berbagi pengalamannya dengan mendaftar Chevening, dari mulai pendaftaran sampai keberhasilannya mendapatkan beasiswa Chevening untuk kuliah di universitas impiannya. Tertarik untuk mendaftar Chevening? Simak artikel ringkasan dari IGTV Live Interview ini!

Kirana Agustina, Our Future Environmentalist!

Kegigihan Kirana dalam mengemban studi juga terlihat dalam perjalanan karirnya. Setelah lulus dari Universitas Padjajaran (Bandung) tahun 2012, Kirana lanjut bekerja di organisasi seperti Friends of the National Parks Foundation (FNPF) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Consultant Assistant di Coastal Community Development Project. Kirana juga pernah mengikuti fellowship program yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat oleh United Nations sambil menunggu proses pengunguman Chevening pada tahun 2018.

Kirana sudah yakin tentang studi lingkungan sebagai bidang yang ingin ia geluti. Maka pilihan pekerjaan yang ia tempuh selaras dengan bidang yang Ia minati. Kirana juga tidak takut untuk belajar sambil menerapkan ilmunya. Untuk melatih bahasa Inggris, Kirana aktif dalam organisasi kampus, bahkan menjadi sukarelawan untuk mahasiswa studi banding mahasiswa luar negeri yang berkunjung ke kampusnya di Universitas Padjajaran.

Sejak muda, Kirana ingin berkeliling dunia. Untuk mewujudkan impiannya, Kirana aktif ikut serta mewakili universitasnya ikut di World Student Environmental Summit yang diadakan Swedia. Agar bisa dapat sponsor untuk berkunjung ke negara-negara Uni Eropa lainnya, Kirana berinisiatif untuk membuat projek penggalangan dana untuk kepedulian laut Indonesia sebagai pemimpin isu lingkungan di dunia. Inisiatif ini direspon positif oleh kedutaan dan universitas yang Kirana jangkau sampai akhirnya Kirana sukses berkeliling total 6 negara di Eropa setelah Kirana berkunjung ke Swedia. Seperti kata peribahasa: sambil menyelam, minum air. Kalau memang ada niat, pasti ada jalan!

Memilih Jurusan & Universitas

Sukses dari projek keliling Eropa, Kirana mulai mendapatkan inspirasi untuk membentuk organisasi untuk konservasi terumbu karang dan lingkungan. Kirana lebih lagi ingin mengatasi isu lingkungan dan laut di Indonesia yang sudah dalam kondisi kritis Oleh karena itu, Kirana memilih jurusan yang sesuai dengan bidang yang Ia minati yaitu Environment, Politics, and Society di University College London.

Pilihan Kirana ini juga tidak asal pilih. Kirana memilih untuk berkuliah di University College London bukan hanya karena reputasi masuk Russel Square universities, tapi juga karena UCL berlokasi di London dimana banyak kesempatan dan wawasan yang bisa Kirana dapatkan.

Sedangkan jurusan Environment, Politics and Society diambil Kirana karena dianggap multidisciplinary, atau mengaitkan beberapa bidang akademis untuk memberikan pemandangan yang luas sehingga dapat memecahkan masalah yang besar seperti isu lingkungan. Kirana merasa program yang multidisciplinary menjadi pertimbangan yang besar karena isu laut dan lingkungan adalah isu yang rumit dan tidak bisa hanya dilihat dari satu akademik disiplin saja.

Pilih Jurusan yang kamu minati, supaya kamu dapat menikmati prosesnya dan tidak mudah menyerah


Bandingkan universitas-universitas dengan programnya yang kamu tuju dengan menjadi member di ehef.id. Buat akun sekarang!


Memilih Chevening

Sebenarnya Kirana ingin langsung lanjut kuliah dari tahun 2012. Ia langsung tertarik dengan beasiswa Chevening karena reputasinya dan berniat untuk mendaftar. Tapi siapa sangka, Kirana harus mempersiapkan diri dahulu selama satu tahun. Hal ini tidak sia-sia karena pada tahun 2017, Kirana menjadi salah satu dari 67 orang penerima Chevening! Ia terpilih di antara 4000 pendaftar di Indonesia.

Salah satu kelebihan kuliah di Inggris yaitu untuk kuliah S2 hanya memakan waktu 1 tahun. Jadi kuliah di Inggris bisa menjadi pilihan yang tepat kalau kamu ingin mendapatkan ijazah pendidikan dengan waktu yang singkat. Tenang, walau hanya satu tahun, kualitas pendidikan universitas di Inggris terbukti kualitasnya. Inggris memiliki 5 universitas dengan ranking teratas di dunia. Tiga universitas bahkan dianggap sebagai bagian dari Golden Triangle, yaitu universitas terbaik dan ternama di Inggris. Di antaranya, Imperial College London, University of Cambridge dan University of Oxford.

Keuntungan juga untuk kamu yang ingin mendaftar beasiswa Chevening, kamu tidak perlu sudah mendapatkan Letter of Admission dari universitas yang kamu tuju. Tetapi Kirana menganjurkan untuk mendaftar ke universitas-universitasnya secara paralel, atau dilakukan bersamaan. Selagi mendaftar untuk Chevening, kamu disarankan untuk melengkapi pendaftaran ke universitas-universitas yang kamu tuju juga, karena dokumen yang diminta oleh universitas mirip dengan dokumen yang diminta oleh Chevening. Oleh karena itu, jangan menunda ya!

Menjadi scholarship awardee Chevening juga berarti kamu bisa mendapatkan kelebihan khusus denganmenjadi bagian Chevening Awardee global network. Dari network ini kamu bisa membuat koneksi dengan awardees lain dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang yang berbeda. Kalau kamu tertarik dengan bidang lingkungan seperti Kirana, kamu bisa berkenalan dengan orang-orang menarik seperti dokter dari Afrika dan aktivis humanitarian atau lingkungan lain yang akan membuatmu lebih semangat dan terinspirasi.

Selain itu, Chevening sering mengadakan acara-acara gathering yang mengajak seluruh awardee untuk berpartisipasi. Acaranya beragam, seperti keliling kota London untuk menikmati arsitektur atau networking event. Dengan ini kamu bisa berkenalan dengan awardee-awardee lain dan memperluas koneksi.

Tunjangan yang diberikan oleh Chevening dibagi menjadi dua tipe, yaitu untuk penerima yang akan berkuliah di kota London dan di luar kota London. Tentu, jika penerima beasiswa masuk ke universitas di dalam kota London tunjangannya akan lebih banyak karena biaya hidup di ibukota yang lebih tinggi. Menurut Kirana, tunjangan yang diberikan Chevening Awards cukup untuk menyambung hidup di Inggris tanpa harus bekerja dimanapun kamu memilih untuk berkuliah, di kota London ataupun diluar.


Temukan universitas Inggris pilihanmu di sini


Chevening memberikan kebebasan untuk awardee bekerja part-time maksimum 20 jam/minggu. Tetapi, jika awardee memilih untuk fokus bekerja dan tidak bekerja, tenang! Banyak cara untuk berhemat. Biasanya, Kirana dan teman-temannya memasak untuk memotong biaya. Kira-kira Kirana mengeluarkan uang sebanyak 20 - 50 Pound / minggu untuk konsumsi makanan. Menurutnya, itu sudah relatif murah dan sebenarnya banyak cara yang lain untuk berhemat.


Untuk mendaftar ke Chevening, klik di sini!


Mendaftar Chevening

Motivation letter menjadi hal yang penting dalam pendaftaran ke beasiswa Chevening. Kirana menyarankan bahwa saat menulis motivation letter, kamu harus lihat secara teliti karakteristik pelamar beasiswa yang dicari oleh Chevening Awards. Berikan juga contoh di area hidup yang mana kamu menunjukan karakteristik tersebut. Cari sudut pandang yang bisa membuatmu pilihan yang menonjol. Misalnya, sebagai seorang pemimpin. Untuk menunjukkan sosok kepemimpinan kamu tidak perlu jadi pemimpin. Kamu bisa menjadi inisiator pengaruh positif (atau influencer) sebagai bentuk kepemimpinan.

Tulis motivation lettermu secara jujur. Kamu harus bisa menunjukkan prestasimu tanpa terkesan sombong. Selain prestasi akademis, kamu harus aktif di organisasi yang kamu minati dan mulai ikut serta membuat kontribusi. Jelaskan juga apa kontribusi apa yang kamu akan berikan untuk Chevening community dalam segi networking atau skill lain yang kamu punya untuk organisasi ini.

Selebihnya, coba untuk menghubungkan tujuan kamu melanjutkan studi dengan apa yang kamu akan kontribusikan untuk menjadi solusi di Indonesia. Isu apa di negara ini yang kamu mau bantu untuk mencari solusinya. Jika kamu sudah tahu universitas yang ingin kamu tuju, singgung juga kenapa memilih kampus tersebut. Temukan kata-kata kunci yang bisa jadi kata-kata yang menghubungkan segala kegiatan dan tujuan di motivation letter tersebut.

Jangan menunda-nunda untuk mulai menulis motivation letter, ya! Proses pembuatannya agak lama jadi harus diberi jangka waktu yang cukup untuk menuliskannya. Jangan lupa untuk share motivation letternya ke orang-orang yang bisa memberi masukan.

Untuk mendaftar Chevening, kamu tidak perlu punya pengalaman 2 tahun secara konsekutif atau berturut-turut. Pengalaman kerja yang pernah kamu lakukan baik itu part-time, full time, atau volunteer bisa digabungkan.

Ketika kita mempunyai tujuan/mimpi yang lebih besar dari diri kita sendiri, alam semesta akan mendukungmu!

Keinginan, Kerja Keras, dan Keberuntungan

Kirana berpesan bahwa beasiswa adalah sebuah separuh keberuntungan dan kerja keras. Proses pendaftaran beasiswa memang memakan banyak waktu dan rumit. Proses seperti ini harus dimaklumi karena memang orang-orang yang pantas mendapatkannya bukan orang-orang biasa dari segi kecerdasan, individualitas, dan keuletannya. Oleh karena itu, akan sulit bagi kamu untuk menikmati prosesnya jika kamu tidak benar-benar menginginkannya dan punya tekad untuk mencapainya. Jadi, harus dipertimbangkan baik-baik dari awal.

Ketika kamu mempunyai mimpi besar yang lebih untuk semata-mata kepentingan diri kamu sendiri tetapi untuk keluarga, bahkan Indonesia, Kirana percaya bahwa alam semesta akan mendukungmu asal kamu harus bisa konsisten dan stay on track. “Jangan menyerah! Remember your bigger purpose. Don’t be afraid to reach out, banyak orang yang ingin melihat kamu sukses. Jika mau religius, jangan lupa berdoa. Surrender to God and give your best.” seru Kirana.

Menurut Kirana, kegagalan itu adalah bagian dari proses. Ketika kita gagal, kita akan menjadi lebih kuat kedepannya. “Wajar kalau kita sedih, tapi jangan lama-lama. Ketika kita gagal atau ada masalah harus langsung di hadapi karena it’s always not as bad as we think. Reach out! Jangan memendam perasaan kamu. Kita harus bisa jadi sahabat untuk diri sendiri. Self-love itu penting” ujarnya.

Kegagalan itu adalah bagian dari proses. Ketika kita gagal, kita akan menjadi lebih kuat kedepannya.

Memang sudah banyak yang Kirana berhasil capai. Tetapi itu semua dimulai dari berani bermimpi dan keuletan untuk mewujudkannya. Salut untuk Kirana! Kalau Kirana bisa, kamu juga bisa.