Language

Pararawendy, Mathematician Peraih Beasiswa StuNed yang Kuliah di Belanda

Last updated on 22 Nov 2019
Pararawendy, Mathematician Peraih Beasiswa StuNed yang Kuliah di Belanda

Parara Giethoorn.jpg

Parara di Gietheroon, Belanda.

Oleh Nurchalimah


Bermimpi Melanjutkan Studi ke Eropa? Jangan lewatkan EHEF 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti. Segera daftarkan dirimu sebagai peserta dalam perhelatan akbar EHEF 2018 secara GRATIS di sini.


Memburu beasiswa itu tidak mengenal kata putus asa!

Belanda masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Ada beberapa beasiswa tersedia untuk kamu yang ingin kuliah di Belanda seperti LPDP dan StuNed.

Kali ini kita akan berbagi pengalaman dari salah satu mahasiswa dari Indonesia yaitu Pararawendy Indarjo yang berhasil memperoleh beasiswa StuNed.

Di ulasan kali ini kamu bisa membaca hasil dari wawancara langsung ehef.id dengan Pararawendy Indarjo. Kamu juga bisa melihat kerja keras Parara dalam meraih mimpinya untuk kuliah di luar negeri beserta dengan pengalaman seru dan tips-tips yang tentunya bisa kamu gunakan dalam apply beasiswa.


Info lengkap mengenai Beasiswa StuNed, klik di sini


Tentang Pararawendy Indarjo dan Matematika

Pararawendy merupakan salah satu mahasiswa Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa StuNeD untuk melanjutkan pendidikan S2 di Belanda. Pria kelahiran Sampit 24 tahun lalu ini lulus S1 departemen matematika Institut Pertanian Bogor dengan predikat cumlaude (GPA 4.0).

Pada saat lulus dari IPB pada tahun 2015, maksud hati Parara hendak langsung melanjutkan pendidikan masternya di luar negeri, namun karena baru tersadar bahwa kuliah di luar negeri itu memerlukan persiapan yang cukup panjang (IELTS dst), maka ia memutuskan untuk menyiapkan semuanya sembari bekerja pada kantor yang memungkinkan baginya untuk merealisasikan mimpinya sekolah di luar negeri. Singkat kata, ia bekerja di Perum Jaminan Kredit Indonesia, sebuah BUMN yang bergerak pada penjaminan kredit. Karenanya, sampai saat ini Parara masih berstatus karyawan pada kantornya dengan cuti belajar yang ia dapatkan. Sekarang, Parara sedang menjalani semester 3 perkuliahannya dengan menjadi research intern pada sebuah perusahaan konsultan pemodelan transportasi di Kota Den Haag, Belanda.

Kenapa Memilih Belanda dan Leiden University?

International class.PNG

International Class di Leiden University

Setiap orang memiliki ketertarikan tersendiri terhadap suatu hal, begitu pula dengan Parara.

Saat mempertimbangkan apply beasiswa S2 ke luar negeri, Parara hanya fokus pada dua benua yaitu Eropa dan Australia. Faktanya, sebelum berhasil mendapatkan beasiswa StuNed, Parara juga sempat apply beasiswa di Australia. Namun Tuhan mentakdirkan bahwa Parara lebih berjodoh dengan Belanda.

Salah satu alasan yang mendasari Parara dalam memilih Belanda adalah kecakapan bahasa Inggris semua orang di Belanda sangat baik. Bahkan tanpa keharusan menguasai bahasa Belanda, Parara masih bisa menjalani kehidupan dengan baik di Belanda menggunakan bahasa Inggris.

Alasan lain yang membuat pria kelahiran 1994 silam ini memilih melanjutkan studi S2 di Belanda adalah kesempatan dalam memperoleh beasiswa.

Parara mengakui bahwa dirinya adalah seorang mathematician, sehingga dia benar-benar menghitung probabilitas dalam memperoleh beasiswa.

Fakta bahwa untuk studi di Belanda, tersedia lebih dari satu beasiswa penuh tersedia (baca: LPDP), termasuk StuNed dan NFP, hasil perhitungannya mengatakan bahwa peluang ia lolos salah satu beasiswa tersebut lebih besar dengan taraf nyata konon dibawah 5% katanya.

Hahaha, geek sekali ya!

Pilihan Parara pada Leiden University juga tidak dilakukan dengan asal.

Leiden University menjadi universitas yang menawarkan satu-satunya gelar master matematika dengan studi bisnis sebagai minor.

Menurut Parara, ini adalah kesempatan emas karena selama ini dia menghabiskan waktu sebagai profesional dan bagus jika ia bisa mempelajari skill serta pengetahuan bisnis.

Alasan kedua yang membuat Parara memilih Leiden University karena universitas ini masuk jajaran 100 universitas terbaik di dunia dan merupakan universitas tertua di Belanda. Fakta bahwa Leiden merupakan kota yang kecil, tenang dan indah membuat Parara semakin tidak ragu memilih Leiden University.


Untuk info mengenai Kuliah di Leiden University, klik di sini.


Pengalaman Berkesan Selama Studi di Belanda

dinner in housing.jpg

Parara sedang menyantap makan malam bersama teman-temannya di housing.

Sistem pendidikan di Belanda bisa dibilang cukup berbeda dengan di Indonesia.

Saat diwawancarai langsung oleh ehef.id Parara menjelaskan bahwa metode pembelajaran di sini membuat mahasiswa cenderung sangat mandiri dan menekan keingintahuan serta determinasi dari mereka. Tingkat keilmiahan ilmu (khususnya matematika yang ia alami) di sini juga lebih tinggi dibandingkan di Indonesia saat ini.

Sebagai mahasiswa asing tentunya Parara memiliki beberapa pengalaman berkesan selama menempuh studi di Belanda seperti:

Menempuh Badai Salju untuk ke Kampus

Jujur saja hampir setiap mahasiswa Indonesia pasti excited dengan salju mengingat negara kita adalah negara tropis. Tapi percayalah, salju tidak sepenuhnya memberikan kesan baik. Faktanya, badai salju bisa saja membuatmu kesal karena kamu harus rela menempuh badai salju demi menghadiri kelas.

Menghadiri Kelas di Berbagai Kampus

Salah satu keunikan dari mahasiswa S2 Matematika di Belanda adalah kamu bisa dengan bebas memilih math course yang kamu inginkan dari seluruh universitas yang ada di Negeri Kincir Angin ini.

Parara beruntung karena bisa mengikuti math course di luar Leiden seperti Utrecht dan Amsterdam. Selain membuat pola pikir tentang matematika lebih luas, nyatanya menempuh perjalanan dari satu kota ke kota lain sangat menyenangkan. Kamu bisa membaca beberapa pengalaman traveling Parara selama menempuh studi di Belanda di blognya.

Bagi Parara, kesempatan untuk bisa merasakan studi di luar negeri membuatnya bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas dirinya dari segi pendidikan. Selain itu studi di luar negeri juga membuat pola pikir lebih terbuka. Intinya ada banyak pelajaran hidup yang bisa kamu dapatkan dengan belajar di luar negeri.


Baca Juga: Kota-kota terpopuler lainnya untuk Kuliah di Belanda


Tips Sukses Mendapatkan Beasiswa di Luar Negeri ala Parara

Memperoleh beasiswa ke luar negeri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan dikorbankan untuk bisa sukses mendapatkan apa yang kamu inginkan. Sama dengan mahasiswa Indonesia lain, Parara juga tidak mendapatkan beasiswa StuNed dengan mudah. Kegagalan menjadi hal yang lumrah dan tidak bisa dihindari saat apply beasiswa.

Sebelum berhasil meraih beasiswa S2 di Belanda melalui StuNed, faktanya Parara juga apply LPDP. Namun menurutnya keberuntungan sedang tidak berpihak. Karena masalah sistem, akun Parara tidak terdaftar dengan sukses dan melayanglah kesempatan dari LPDP. Tapi meski merasa kecewa dengan kegagalan ini, Parara kembali pada pendiriannya bahwa kesempatan gagal tetap ada dan itu tidak bisa dihindari. Move on dan mencoba kembali adalah salah satu kunci untuk tidak terpuruk.


Info lengkap mengenai Beasiswa LPDP, klik di sini


Berikut ini ada beberapa tips dan trik dari Parara untuk kamu yang berminat apply beasiswa ke luar negeri:

  • Persiapkan segalanya secepatnya saat kamu menyadari bahwa kamu ingin kuliah ke luar negeri.
  • Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan sebaik mungkin. Practice makes perfect!
  • Buku Seri Cambridge IELTS sangat direkomendasikan untuk mendapatkan skor IELTS. Kamu juga bisa membaca tips memenangkan IELTS 6.5 dari Parara di sini.
  • Untuk motivation letter beasiswa, pastikan muatan social-impact yang konkrit tertulis dengan baik. Tunjukkan bahwa kamu bisa me-leverage impact dari misi yang diusung pemberi beasiswa.
  • Untuk mendapatkan LoA, tunjukkan portfolio akademikmu dan buktikan kamu laik menjadi mahasiswa di universitas impianmu.
  • Tunjukkan apa yang benar-benar ingin kamu lakukan ke depannya saat interview. Be specific!

Jika beasiswa sudah di tangan, maka kamu hanya perlu persiapan mental dan fisik.

Jangan lupa untuk mengantisipasi academic and culture shock. Awal-awal masa studi memang tidak mudah, tapi berusahalah melakukan yang terbaik.

Kamu yang masih penasaran dengan kisah Parara dalam menempuh studi di Belanda, tips-tips ala Parara dan topik-topik yang berkaitan dengan Matematika, kamu bisa mengunjungi blognya di sini.

Sampai jumpa di Benua Biru!


Untuk info lengkap kuliah di Belanda, klik di sini.