Media
Language

SCHOLARSHIPS WARFARE Chapter 1: Strategies to Shine Among the Crowd

Last updated on 26 Sep 2018

WhatsApp Image 2018-07-27 at 11.33.08 AM.jpeg

Oleh Kristantinova


Bermimpi Melanjutkan Studi ke Eropa? Jangan lewatkan EHEF 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti. Segera daftarkan dirimu sebagai peserta dalam perhelatan akbar EHEF 2018 secara GRATIS di sini.


Perjuangan untuk bisa studi ke luar negeri menggunakan beasiswa memang bukan perjuangan yang mudah. Kamu harus melakukan persiapan yang matang sehingga semua persyaratan yang dibutuhkan bisa terpenuhi dengan baik.

Selain persiapan yang matang, kamu juga harus memikirkan bagaimana caranya supaya kamu bisa terlihat menonjol dibandingkan kandidat penerima beasiswa yang lain.

Terkadang, hal ini yang kerap kali sulit dilakukan dan menjadi kendala bagi para calon pendaftar beasiswa.

Buat kamu yang masih bingung gimana caranya supaya bisa stand out dan mendapatkan beasiswa yang diinginkan, jangan khawatir! Kami akan memberikan solusinya.

EHEF mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Christine Lora Egarantri dan Suci Ariyanti yang berhasil mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studinya ke Eropa.

Penasaran bagaimana trik dan cara mereka untuk bisa mendapatkan beasiswa dan meraih mimpi mereka studi ke Eropa? Yuk simak ceritanya berikut ini.

Mengenal Lora dan Suci lebih dekat

Lora merupakan mahasiswa ISS of Erasmus University Rotterdam yang mengambil jurusan Development Studies. Setelah sebelumnya pernah mendapatkan beasiswa juga untuk S1 nya, kini Lora juga berhasil mendapatkan beasiswa untuk studi S2 nya di Belanda melalui beasiswa StuNed. Lora memiliki ketertarikan terhadap ilmu sosial yang menyangkut kebutuhan dan kepentingan anak.

Hal ini semakin menguat setelah Lora sempat bekerja selama 6 tahun di NGO untuk community development project yang fokusnya adalah pada anak-anak.

Menyadari bahwa ilmu yang ia miliki belum begitu dalam, Lora memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai interest-nya tersebut. Hal inilah yang kemudian menuntun Lora hingga melanjutkan studi di bidang development studies di Belanda.

Lora memutuskan memilih Eropa khususnya Belanda karena selain program studi yang ia cari lebih unggul di Eropa, penerapan lingkungan ramah anak juga telah banyak diterapkan di Eropa sehingga selain mendapatkan ilmu dari dalam kelas, ia juga bisa melihat pengaplikasian ilmu yang ingin ia pelajari di masyarakat.

Menurutnya Belanda merupakan negara yang sangat multikultur, multietnik, dan terbuka sehingga lingkungan ini semakin memudahkannya untuk memperdalam ilmu yang ingin ia pelajari.


Untuk info lebih lanjut tentang Kuliah di Belanda, klik di sini


Suci merupakan mahasiswa penerima beasiswa S2 dari Swedish Insitute Study Scholarship (SISS). Suci mendapatkan beasiswa tersebut untuk melanjutkan studinya ke Halmstad University dan mengambil jurusan Strategic Entrepreneurship. Sebelumnya Suci sempat mengalami kegagalan saat mendaftar beasiswa LPDP, New Zealand Scholarship. Turkish Scholarship, Chevening Scholarship, dan Kominfo Scholarship.

Suci yang sebelumnya mengenyam pendidikan S1 di IPB ini memang memiliki ketertarikan di bidang bisnis.

Ia memutuskan untuk memilih Swedia karena Swedia dikenal dengan negara yang penuh dengan inovasi. Suci merasa penasaran dengan metode pendidikan yang ada di Swedia hingga bisa memunculkan orang-orang yang inovatif.

Suci yang ingin mempunyai bisnis sendiri merasa perlu mendalami ilmu di negara yang penuh inovasi ini untuk bisa mendapatkan ide dan strategi yang pas demi mencapai impiannya. Akhirnya, Suci mencari program studi yang cocok dengan minatnya dan berada dalam daftar universitas yang ada di beasiswanya. Setelah melihat silabus dan program studi yang ada di Halmstad, Suci memutuskan untuk mengambil jurusan Strategic Entrepreneurship.


Untuk info lebih lanjut tentang Kuliah di Swedia, klik di sini


Tentang StuNed dan Swedish Institute Study Scholarship (SISS)

Lora menyampaikan beberapa poin penting tentang beasiswa yang ia dapatkan yaitu StuNed. Berdasarkan pengalaman dan apa yang Lora ketahui, syarat dan kuota yang ditetapkan oleh StuNed berbeda-beda setiap tahunnya. Hal ini yang harus diperhatikan oleh para calon pendaftar. Hal lain juga yang perlu diketahui adalah beasiswa StuNed juga tidak melewati tahap wawancara sehingga persiapan untuk wawancara tidak perlu dilakukan saat apply beasiswa ini.

Selain itu, yang membuat Lora memutuskan untuk mengambil beasiswa ini dikala ia sebenarnya diterima di beasiswa lain adalah karena beasiswa StuNed merupakan beasiswa yang whole package.

Semuanya telah diatur dengan baik oleh pihak penyelenggara mulai dari biaya kuliah hingga akomodasi sehingga memudahkan Lora dalam proses studinya disana.


Info lengkap mengenai Beasiswa STUNED, klik di sini


Awalnya, Suci mengetahui Swedish Institute Study Scholarship (SISS) dari temannya.

Setelah melihat persyaratan dari beasiswa ini Suci melihat beasiswa ini menarik karena di SISS ini tidak ada persyaratan IELTS, GPA, dan tidak melewati tahapan interview. Esai yang harus ditulis untuk beasiswa ini juga hanya 250 karakter.
*Persyaratan ini sesuai dengan kebijakan di tahun tersebut. Untuk persyaratan yang berlaku di tahun ini mohon cek ke situs resmi Swedish Institute.

Selain itu, ada satu poin di beasiswa SISS yang mana tidak mewajibkan para penerima beasiswanya untuk langsung pulang ke negara asal setelah menyelesaikan studinya. Hal ini cocok dengan rencana Suci yang memang ingin mencoba untuk bekerja dulu di Swedia untuk bisa benar-benar melihat proses kerja yang ada disana sehingga pada saat kembali ke Indonesia ia bisa mengaplikasikan ilmu dan pengalamannya dengan lebih baik.


Info lengkap mengenai Swedish Institute Study Scholarhsip, klik di sini


Poin penting yang harus diperhatikan saat apply beasiswa

Menurut Lora, memilih bidang studi yang sesuai dengan latar belakang kita adalah hal penting yang dilihat oleh penyelenggara beasiswa.

Ketika bidang studi yang kita tuju memiliki benang merah dengan passion dan pekerjaan kita, maka jalan untuk mendapatkan beasiswa yang kita mau akan lebih mudah.

Poin lain yang mungkin kurang terlalu diperhatikan tetapi juga penting adalah mengenai prioritas bidang studi beasiswa yang kamu tuju pada tahun itu. Perlu diketahui bahwa setiap tahun penyelenggara beasiswa mempunyai bidang studi prioritas jadi kamu harus mencari beasiswa yang prioritasnya sedang sesuai dan pas dengan passion–mu.

Memerhatikan model pemerintahan saat ini juga menjadi tips lain yang bisa kamu perhatikan. Tiap periode, pemerintah akan memiliki area tertentu yang ingin dikembangkan pada masa pemerintahan saat itu. Misalnya pada saat ini area yang ingin dikembangkan adalah maritim. Maka akan ada banyak beasiswa yang berfokus di bidang tersebut sehingga orang-orang yang punya minat di bidang tersebut bisa memanfaatkan keadaan pemerintah saat ini untuk mendaftar beasiswa.

Poin terakhir dari Lora adalah motivasi tidak melulu tentang diri sendiri. Kita juga harus memikirkan kontribusi apa yang ingin kita berikan ketika kita telah mendapatkan beasiswa ini dan ketika kita telah lulus dari studi kita nanti. Hal apa yang ingin kita sumbangkan untuk masyarakat dan negara setelah kita memperdalam ilmu kita di bidang yang kita sukai tersebut.


Kesulitan menulis motivation letter? Dapatkan panduan gratis di sini!


Selain itu, Suci juga menambahkan kalau manajemen waktu adalah poin penting yang harus diperhatikan. Persiapan untuk mendaftar beasiswa membutuhkan waktu yang lama.

Kita harus bisa mengatur jadwal dan mendata hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dipenuhi untuk pendaftaran beasiswa ini. Pertama-tama dimulai dari mencatat deadline pendaftaran beasiswa. Setelah itu, kamu bisa tarik mundur waktu yang kamu punya hingga deadline tersebut. Dengan begitu kamu bisa membuat jadwal yang terstruktur untuk persiapan pendaftaran beasiswamu, mulai dari persiapan IELTS, membuat esai, hingga mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan lainnya.

Kemudian, Suci juga menyampaikan kalau keterlibatan dalam organisasi akan menjadi poin yang dilihat oleh penyelenggara beasiswa. Pihak penyelenggara akan melihat track record kamu, apakah kamu aktif dalam kegiatan organisasi atau kamu sering menjadi volunteer untuk kegiatan atau acara tertentu. Keaktifan dalam organisasi akan menjadi poin tambah untuk soft skill kamu.

Tantangan dan cerita menarik pada saat proses apply beasiswa

Kalau dari cerita Lora dan Suci, proses persiapan IELTS menjadi tantangan tersendiri karena mereka berdua sama-sama bekerja sehingga waktu yang dimiliki untuk persiapan IELTS sangat terbatas.

Mereka mencoba mensiasatinya dengan belajar IELTS selama 1-2 jam setelah bekerja.

Namun yang perlu lagi-lagi diingat adalah persiapan ini tidak dilakukan dalam waktu singkat karena perlu waktu yang lama untuk bisa menguasai betul keempat elemen yang diujikan dalam tes IELTS (reading, writing, listening, speaking).

Kalau kamu tidak punya waktu atau dana yang cukup untuk ikut kursus persiapan IELTS, kamu bisa belajar sendiri seperti apa yang Suci dan Lora lakukan.

Selain itu, Suci menambahkan kalau kamu bisa mengikuti prediction test untuk melihat kemampuanmu, elemen mana yang sudah cukup baik dan elemen mana yang harus diberi fokus lebih untuk diperdalam.

Pada kasus Suci, writing dan speaking adalah dua elemen yang masih harus dipelajari lebih. Maka dari itu, Suci mencari lembaga kursus yang bisa mengajarkannya writing dan speaking, sedangkan untuk reading dan listening ia pelajari sendiri tanpa ikut kursus. Jadi, kamu juga bisa mensiasatinya dengan cara tersebut apabila kamu mau.


Sedang mempersiapkan untuk tes IELTS? Dapatkan panduan gratisnya di sini!


Hal menarik sekaligus tantangan lain yang harus Lora lalui saat proses apply beasiswa adalah pada saat mencari housing untuk studi di Belanda. StuNed memang memberikan akomodasi di asrama bagi para penerima beasiswanya, namun Lora yang telah berkeluarga mengalami kesulitan saat mencari housing yang bisa menerima murid yang telah berkeluarga.

Tips dari Lora untuk kamu yang telah berkeluarga dan akan membawa keluargamu saat studi nanti, kamu harus spend waktu lebih untuk mencari housing yang bisa menerima anggota keluargamu.

Sedangkan kalau cerita dari Suci, proses pendaftaran universitas dan pendaftaran beasiswa berjalan paralel.

Perlu diketahui bahwa untuk bisa mendaftar di beasiswa, kamu memerlukan LoA dari universitas yang kamu tuju.

Singkat cerita, pada saat Suci mendaftar ke universitas yang ia tuju, ia lupa untuk melampirkan transkrip nilai yang asli dalam bahasa Indonesia sehingga membuat pendaftarannya ditolak oleh universitas dan ia masuk ke dalam daftar calon mahasiswa “exceptional”. Hal kecil ini tentu berdampak pada proses apply beasiswanya karena ia membutuhkan LoA dari universitas untuk bisa mendapatkan beasiswa. Namun setelah menunggu 1.5 bulan lebih, akhirnya ia bisa diterima di Halmstad University dan menerima beasiswa SISS nya.

Jadi, tips tambahan dari Suci adalah perhatikan dengan jelas ketentuan dokumen yang perlu dilampirkan saat apply baik universitas maupun beasiswa.

Beasiswa lainnya untuk kuliah di Eropa: LPDP dan Erasmus+.


Pesan dari Lora dan Suci

Terakhir, Lora dan Suci berpesan kepada semuanya yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri khususnya ke Eropa kalau kamu tidak boleh cepat berpuas diri. Apabila kamu telah berhasil diterima di universitas yang kamu inginkan dan menerima beasiswa, ingatlah kalau perjuanganmu belum berakhir.

Perjuanganmu justru baru saja dimulai karena kamu belum mencapai tujuan akhirmu.

Kamu harus terus fokus dan serius dalam menjalani studimu agar usahamu di awal untuk bisa belajar disitu tidak sia-sia.

Selain itu, kamu harus ingat juga kalau memutuskan untuk kuliah ke luar negeri berarti kamu harus juga menyiapkan mental dan karaktermu. Kamu harus bisa menjadi pribadi yang mandiri dan dapat mengerjakan segala sesuatunya sendiri.

Itu tadi cerita dan tips-tips dari Lora dan Suci yang dapat membantumu untuk meningkatkan kualitas dirimu sehingga kamu bisa lebih menonjol dibandingkan kandidat-kandidat lainnya. Sukses selalu buat kamu ya!


Baca cerita lengkap Lora kuliah di Belanda dengan Beasiswa StuNed di sini dan cerita lengkap Suci kuliah di Swedia dengan Beasiswa SISS di sini!