Language

Keterampilan Yang Diperlukan di Abad ke 21

Last updated on 23 Sep 2020
Keterampilan Yang Diperlukan di Abad ke 21

Info_Web_Estonia.jpg

Oleh: Samantha Gunawan

Keterampilan yang wajib dimiliki

Setiap pekerja harus terus mengembangkan keterampilan seiring dengan perubahan dunia - perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, machine learning, dan automation merubah daratan pasar kerja yang dituntut oleh cara berbisnis yang berubah. Dengan itu, karyawan harus menjaga relevansi sehingga kesempatan kerja yang mapan akan terus ada.

Ketidakpastian di dunia ini membuat kemahiran non-teknis dan keterbukaan untuk belajar menjadi kunci untuk meraih kesuksesan.Keterampilan non teknis merupakan hal yang tidak dapat digantikan oleh otomatisasi, seperti kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pemikiran kritis. Informasi yang beredar dan tersedia saat ini tidak terbatas. Akses untuk mendapatkannya pun beraneka ragam. Kitalah yang harus rajin mengasah ilmu dengan menggunakan keterampilan non-teknis untuk bertahan dan berkembang dalam karir.

Keterampilan apa saja yang dimaksud?

Transferable skills

Yang dimaksud dari transferable skills adalah kemahiran yang bisa diterapkan di segala posisi atau industri pekerjaan. Walaupun sering tidak tertera di deskripsi kualifikasi job posting, transferrable skills wajib dimiliki untuk kesuksesan kita dalam karir dan hidup. Dengan memiliki kemahiran ini, kita akan terbiasa dengan perubahan dan mampu untuk beradaptasi dengan cepat.

Keterampilan apa saja yang termasuk transferable skills?

  • Komunikasi: Keterampilan untuk menulis, membaca, dan mengkomunikasikan informasi secara lisan dan tulisan.
  • Berpikir kritis: Kapasitas untuk menyelesaikan masalah, kreativitas, penalaran logis, dan refleksi diri.
  • Kefasihan digital: Keahlian untuk mengerti untuk menggunakan perangkat digital.
  • Keragaman & kerjasama: Keahlian untuk secara efektif berkolaborasi dan memberikan empati kepada orang-orang sekitar dari latar belakang yang beraneka ragam.
  • Etika & tanggung jawab profesionalisme: Kemampuan untuk berperilaku profesional dan mengaplikasikan etis saat membuat keputusan.
  • Kefasihan dalam mendapatkan dan mencerna informasi: Kemampuan untuk mencari, evaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk keperluan tertentu.

Kemahiran-kemahiran ini tidak semerta-merta kita pelajari secara formal. Bahkan, kemungkinan besar kita sudah mengalami pelajaran moralnya dari berbagai pengalaman hidup: saat kita berorganisasi kita mengerti cara bekerja sama, saat bertukar pikiran dan berbagi opini kita melatih cara berkomunikasi, atau saat memilih solusi dalam memecahkan masalah, kita akan menggunakan cara pikir kritis.

Tentu keterampilan non-teknis tidak bisa menggantikan pentingnya mempunyai keterampilan teknis khusus sesuai tipe pekerjaan, tetapi kamu bisa mempersiapkan kesuksean karirmu dengan memfokuskan diri dalam penguasaan keterampilan dasar seperti transferrable skills. Bukan hanya bisa diaplikasikan di segala tipe pekerjaan, keterampilan ini akan mempermudahmu menguasai keterampilan teknis.

Cara mengasah: Konsistensi untuk belajar dunia sekitar

Ketika seseorang mendapatkan pembelajaran seumur hidup yang baru, mengasimilasi keterampilan baru adalah bagian lain dari sebuah perjalanan karir. Percayalah, proses belajar dalam hidup itu tidak mudah. Keluar dari zona nyaman seringkali memicu rasa tidak enak karena kita dituntut untuk berhenti mengikuti status quo, berani menyebrang limitasi mental yang telah dibuat, atau merombak kebiasaan.

Mau belajar apa? Tidak perlu terpaku dengan pengetahuan yang kamu pikir terkait dengan apa bidangmu, pengetahuan apapun akan selalu relevan dengan semua yang kamu lakukan nantinya. Percaya bahwa seluruh pengetahuan yang ada berhubungan dari satu dengan lainnya. Di masa saat Steve Jobs putus kuliah, Steve tetap mengikuti kelas-kelas extrakulikuler yang ditawarkan Reed College. Salah satu kelas yang Ia berpartisipasi adalah kelas Kaligrafi. Satu dekade setelah itu, di tahun 2005, Steve Jobs memberikan sambutan pidato di acara wisuda Universitas Stanford, Ia memuji kelas kaligrafi yang ia ambil sepuluh tahun yang lalu ambil berdasarkan ketertarikannya. Tak disangka, kelas ini menjadi inspirasi terbesar Steve dalam memperindah tipografi Macintosh:

Jika saya tidak keluar dari universitas, saya tidak akan pernah mampir di kelas kaligrafi ini, dan komputer pribadi yang ada saat ini mungkin tidak akan memiliki tipografi yang seindah saat ini. Tentu saja mustahil untuk saya menghubungkan titik-titik ke depan ketika saya masih kuliah. Tapi sekarang, terlihat sangat jelas ke belakang sepuluh tahun kemudian

  • Steve Jobs

Pintu pengetahuan untuk menciptakan, memperindah, mengambangkan objek ragaman hidup tidak akan ada batasnya. Dengan memperbolehkan diri kita untuk mengalami berbagai pengalaman, kita membuka kesempatan untuk menantang cara berpikir kita untuk berpikir dengan cara lain. Ini akan menciptakan inovasi yang tidak ada sebelumnya. Cari kegiatan baru untuk dieksplorasi, seperti masak sendiri atau mengikuti kelas olahraga.

Ingat, pisahkan proses dari hasil. Dengan ini, kamu tidak akan terlalu terpaku dengan kesuksesan dalam waktu singkat dan lebih menghargai proses perkembangan pribadimu dari zona nyaman untuk bertumbuh.

Membayangkan apa yang terjadi di masa depan dengan segala ketidakpastian yang lekat dengan keberadaannya memang membuat perasaan penarasan, cemas, senang, atau campur aduk. Daripada bergumul dengan sesuatu yang tidak ada ujungnya, jadikan ini sebuah tantangan yang menyenangkan untuk dijalani. Semoga pelajaran tentang kemahiran yang diperlukan di abad ini bisa mempersiapkanmu dalam memperkuat keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja dengan usaha sebaik-baiknya.