Language

Last updated on 08 Aug 2020

0404_Arya_Web_Recap.jpg

Oleh: Alisha Kusuma

Dalam kesempatan wawancara program EHEF's Live Instagram Interview, Tubagus Aryandi Gunawan (Arya) hadir untuk berbagi pengalaman studinya dan kiat suksesnya mendapatkan beasiswa. Arya adalah seorang mahasiswa jenjang S3 dan penerima beasiswa dari Uni Eropa untuk menyelesaikan penelitiannya di National University of Ireland, Galway dengan jurusan Teknik Mesin. Arya memberikan rahasia suksesnya saat wawancara itu. Ia mengikuti Formula 3P: Pendorong, Penarik, dan Penolong.

Menurut Arya, motivasi, inspirasi, dan ketekunan adalah bentuk dari kekuatan mental yang harus dimiliki dan diasah jika ingin cita-cita kita tercapai. Apa lagi dalam proses pencarian beasiswa yang sangat kompetitif, persiapan dan penerapannya pasti memakan waktu yang panjang. Perlunya kita mempunyai mental yang kuat adalah bekal agar tidak mudah menyerah di tengah jalan saat berjuang. Karena itu, Formula 3P yang dirancang sendiri oleh Arya telah terbukti nyata membantunya mendapatkan beasiswa impiannya.

Formula 3P ini adalah hasil kajian yang ia dapatkan dari pengalaman pribadi dan pelajaran hidup yang ia terima dari orang-orang sekitarnya. Arya sendiri bereksperimentasi dalam penerapan formula ini kehidupannya sendiri, sampai akhirnya terciptalah formula dengan struktur yang konkrit yang ia percayai menjadi alasan kesuksesannya.

3P: Pendorong, Penarik, dan Penolong.

Pendorong

Andaikan kita adalah sebuah mobil, kita perlu bahan bakar untuk menyala dan bergerak. Bahan bakar yang kita butuhkan untuk itu adalah inspirasi yang kita ingin capai sebagai motivasi untuk mengambil tindakan dan berjuang. Agar dapat melaju dengan pesat, kamu harus menentukan pendorong yang tepat. Tanyakan kepada diri sendiri, 20 tahun lagi, kamu mau jadi apa? Bidang apa yang kamu ingin geluti? Posisi apa yang kamu ingin duduki? Jawaban-jawaban ini bisa menjadi pengingat diri disaat kamu sudah mulai lesu, saat sumbu api motivasi mulai padam dengan berjalannya waktu. Arya mengacu kepada pedoman:

When you want to give up, remember why you started.”

Inilah tujuan dari pendorong.

Penarik

Saat melihat kedepan untuk mencapai apa yang kita mau, sebenarnya apa yang kita ingin dapatkan dari kesempatan/posisi itu? Apakah sebuah pengalaman ataupun pengembangan diri? Arya mengambil contoh konteks mencari sasaran negara untuk tempat melanjutkan studi. Setiap negara memiliki kelebihan bidang masing-masing. Misalnya, Jerman terdepan dalam bidang teknologi, negara-negara Skandinavia maju dalam pengembangan start-up, atau Inggris yang terkenal akan kekayaan budayanya. Coba teliti baik-baik negara apa yang membuat kamu tertarik untuk berkuliah disana yang bisa lebih mengembangkan pengetahuanmu?

Alasan atas keinginan berkuliah di negara tersebut adalah contoh daya tarik yang dimaksud Arya.

Penolong

Setelah mempunyai visi dan misi dari pendorong dan penarik, kali ini tinggal penolong. Penolong yang dimaksud adalah dukungan. Dukungan bisa dalam bentuk doa yang kita panjatkan sendiri dan dari orang-orang terkasih; Kemahiran berbahasa; Dan dalam bentuk beasiswa. Pada dasarnya, beasiswa adalah sebuah penolong, bukan pendorong. Menurut Arya, tujuan dari pendidikan yang ingin dijalani harus didasari alasan yang lebih besar dan relevan dengan bidang yang ingin didalami. Beasiswa hanyalah alat penolong untuk membuka jalan agar bisa mencapai tujuan. Maka dari itu jika pendorong dan penariknya sudah kuat, penolong akan pasti ada!

Jangan khawatir tentang kegagalan. Kegagalan itu hal yang biasa dan kita semua pernah mengalaminya. Kesuksesan terjadi saat kita bangkit dari setiap kegagalan dan terus berusaha lagi dengan lebih baik!

Gunakan kesempatan dan waktu yang kamu punya sekarang untuk mencapai cita-citamu, apapun itu. Selamat mencoba formula ini dan jangan takut gagal!


Jangan lewatkan episode terbaru EHEF's Live Instagram Interview setiap minggu di akhir pekan. Ikuti akun@ehef.id