Language

Mempertimbangkan Pekerjaan Pertama Setelah Lulus Kuliah

Last updated on 15 Dec 2019
 Mempertimbangkan Pekerjaan Pertama Setelah Lulus Kuliah

Screen Shot 2019-10-13 at 7.48.47 PM.png (Foto oleh Tom Werner/Getty Images)

Oleh Irene Atalia


Pingin melanjutkan studi di Eropa? Jangan lewatkan EHEF Indonesia 2019, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti!

Surabaya 31 Oktober 2019

Jakarta 2 - 3 November 2019

Bandung 5 November 2019

Registrasikan dirimu di sini! Acara ini GRATIS!


Mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah bukanlah pilihan yang mudah bagi mahasiswa. Setiap sarjana yang baru lulus pasti berharap agar bidang studi yang telah tekuni menjadi pedoman bagi karir mereka selanjutnya. Tetapi, hanya 27% mahasiswa yang lulus bekerja sesuai dengan apa yang dipelajari saat yang berkuliah. Data ini menyimpulkan bahwa lebih banyak lulusan universitas yang terjun ke lapangan kerja di bidang yang tidak sesuai ekspektasinya saat kuliah.

Menurut Amy Adkins, seorang penulis untuk website Gallup dalam artikel Millennials: The Job-Hopping Generation, seringkali ketidaksesuaian pekerjaan dengan bidang menyebabkan sarjana tidak bekerja secara optimal dan cenderung lebih cepat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Namun, bukan berarti keputusan ini adalah keputusan yang salah. Banyak mahasiswa yang baru lulus dan menetapkan pilihan untuk kerja di bidang lain mendapatkan banyak pelajaran di sektor lain, pengalaman kerja yang tak diduga, dan pengetahuan tentang diri lebih dalam lagi. Tapi bukan berarti tidak dengan kemungkinan untuk seseorang untuk stuck di zona nyaman dan tidak lagi tertarik untuk karir. 1 dari 5 sarjana S1 masih tidak bekerja di pekerjaan yang menuntut untuk mempunyai gelar 10 tahun setelah kelulusan.

Lalu bagaimana cara mempertimbangkan pekerjaan pertamamu? Simak artikel berikut.

Memahami Pentingnya Pekerjaan Pertama Setelah Kelulusan

Menurut riset yang dilakukan oleh Michelle Weise, Chief Innovation Officer di Strada Institute for the Future of Work di artikel CNBC, sarjana yang memilih untuk bekerja di pekerjaan yang sebenarnya tidak memerlukan gelar 5 kali lebih mungkin untuk tetap di posisi tersebut 5 tahun kemudian dibandingkan dengan yang menggunakan gelarnya untuk melamar pekerjaan yang sesuai. Maka dari itu, penting untuk mahasiswa untuk mempersiapkan strategi dalam melamar pekerjaan setelah kelulusan.

Michelle menyatakan bahwa seharusnya mahasiswa memperlakukan bulan-bulan pertama setelah kelulusan dengan serius, karena jika lalai, akan berdampak negatif pada pilihan yang kamu miliki untuk pekerjaan di masa depan.

Strategi dalam mencari pekerjaan yang cocok bisa dimulai dari membuat daftar target pekerjaan yang kamu idamkan. Sebelumnya, kamu harus tahu dulu faktor penilaian pekerjaan yang kamu idamkan. Faktor penilaian bisa dilihat (tapi tidak terbatas) dari sisi skill set yang kamu punya yang kamu akan kontribusikan dan kembangkan dalam pekerjaan tersebut, reputasi perusahaan yang akan mendukung perkembangan karirmu, kultur organisasi perusahaan, posisi yang sepadan dengan gelar yang kamu punya, atau gaji yang ditawarkan. Dari faktor-faktor ini, kamu bisa mencari dan membuat daftar pekerjaan yang cocok denganmu.

Setelah itu, sisihkanlah waktu untuk melakukan riset mengenai perusahaan yang ingin dilamar. Pada dasarnya, setiap pekerjaan yang mencari karyawan pasti memiliki visi dan misi yang selaras dengan tentang apa yang ingin dicapai lewat bisnis mereka. Kalau kamu adalah orang yang cocok, kamu pasti mencerminkan apa yang mereka cari untuk mewujudkan visi and misi tersebut. Sebaliknya, perusahaan yang kamu akan lamar seharusnya mencerminkan visimu selagi memberikan ruang untukmu mengembangkan karirmu di perusahaan tersebut. Lakukan riset sebaik-baiknya karena ini dapat mempengaruhi kepuasanmu juga jika diterima kerja di perusahaan pilihanmu!

Tetap Fokus Pada Tujuan Awalmu

Harapan terbesar yang diinginkan untuk terjadi tentu adalah diterima di perusahaan no.1 di daftar perusahaan yang telah kamu lamar, Nischaya, pekerjaan ini menggabungkan passion dan memenangkan segala faktor penilaian atas pekerjaan tersebut.

Memang benar bahwa uang berperan penting dalam hidup, tetapi apa uang adalah segalanya?

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan kalau belum beruntung? Pada kenyataannya, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi situasi seperti ini bukan berarti mengambil sikap menyerah dan berhenti mencoba. Disinilah dimana strategi yang telah dibuat bisa dijadikan jangkar untuk memberikan skema pekerjaan yang cocok untukmu. Pekerjaan-pekerjaan yang masuk kedalam daftar harus memenuhi faktor yang cukup untuk jadi pertimbangan sehingga kalau tidak beruntung di perusahaan yang diinginkan, masih ada banyak cadangan.

Penting untuk diingat untuk tidak sell cheap dan memilih untuk bekerja di pekerjaan yang tidak sepadan dengan kompetensi dan gelar yang kamu miliki. Walaupun kamu bisa mendapatkan pengalaman kerja dimanapun kamu bekerja, lingkungan pekerjaan sangat berpengaruh pada perkembangan ethos kerja, mental, dan karirmu selanjutnya. Ingat tujuan awalmu saat kamu memilih bidang studi yang kamu tekuni. Apa yang ingin kamu capai melalui pilihan kariermu? Jangan jadikan pendidikan yang kamu tempuh menjadi sia-sia!

Keuntungan yang Tak Sekedar Materi

Selain pengalaman, tentu saja dalam pekerjaan ada satu hal yang harus kamu pertimbangkan: gaji! Walaupun tidak menjadi satu-satunya faktor dalam pencarian pekerjaan, gaji harus menjadi perhatian kamu juga. Bentuk apresiasi dalam pekerjaan berupa gaji ini bisa kamu pergunakan sebagai investasi, tabungan, atau bekal untuk pendidikan di jenjang selanjutnya.

Banyak orang menekankan pentingnya keberhasilan ekonomi sebagai tolak ukur kesuksesan - pekerjaan yang memiliki gaji besar cenderung dianggap sebagai pekerjaan bergengsi, sedangkan profesi yang sama mulianya, seperti pekerjaan sosial, seni pertunjukan dan pengajaran yang sayangnya tidak digaji yang banyak, dianggap biasa aja.

Memang pertanyaan ini memiliki sosok yang kontroversial karena setiap orang mempunyai pendapatnya masing-masing. Tetapi, jika karyawan merasa bahagia dengan pekerjaan mereka, maka mereka akan semangat bekerja setiap hari. Di sisi lain, mereka yang tidak menikmati pekerjaannya tidak akan memikirkan perusahaannya untuk maju.

Seseorang yang memilih untuk memilih pekerjaan dengan landasan bayaran yang tinggi daripada passion dan skill yang Ia punya pada akhirnya akan menjadi sengsara dan berharap jika Ia lebih mengeksplorasi minat karir Ia yang sebenarnya.

Pada dasarnya, meniti karir membutuhkan banyak waktu dan pertimbangan. Hasil yang diinginkan dapat tercapai kalau semua faktor dipertimbangkan sebaik-baiknya.

Dalam menentukan pekerjaan-pekerjaan sasaran yang ingin kamu dapatkan, tetap harus menjadi diri pribadi yang fleksibel jika hal yang terjadi tidak sesuai rencana. Best of luck!


Irene Atalia sedang mengejar gelar Humaniora di Universitas Indonesia, tepatnya di program studi Prancis. Ia tumbuh di Indonesia dengan rasa cinta pada negara-negara Eropa dan budayanya. Selagi belajar dan menambah pengetahuan tentang negara yang ia kagumi, ia juga berharap bisa membagikan pengetahuannya dengan orang-orang yang memiliki mimpi yang sama.