Media
Language

Tips Mendapatkan Nilai Bagus Dalam Ujian TOEFL/IELTS

Last updated on 12 Jul 2018

photo-1456324504439-367cee3b3c32.jpeg Photo by Cathryn Lavery via Unsplash

Oleh Kristantinova

Tahukah kamu salah satu persyaratan penting yang harus kamu penuhi untuk mendapatkan tiket studi ke Eropa?

Ya! Tes kemampuan berbahasa Inggris.

Meskipun ada banyak negara di Eropa yang menggunakan bahasa lokalnya masing-masing, tetapi bahasa Inggris tetap menjadi bahasa internasional yang patut dikuasai bagi siapapun yang ingin melanjutkan studi ke Eropa.

Jadi, buat kamu yang ingin melanjutkan studi ke Eropa, kamu perlu mengambil tes kemampuan berbahasa Inggris dan memenuhi standar dari universitas untuk bisa melanjutkan studi disana. Salah satu tes kemampuan berbahasa Inggris yang diakui sertifikatnya oleh universitas-universitas di Eropa adalah...

TOEFL dan IELTS.

Nah, buat kamu yang mau ikut tes TOEFL dan IELTS, tes tersebut akan dibagi menjadi 4 yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Berikut ini adalah beberapa tips supaya kamu bisa mengerjakan keempat bagian tersebut dengan baik dan dapat mencapai nilai diatas standar.

1. Reading

Di dalam tes Reading, waktu memainkan peran paling penting.

Kamu dituntut untuk bisa memahami teks bacaan tertentu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan teks bacaan tersebut. Banyak yang panik ketika menemukan kata-kata yang mereka tidak tahu artinya, banyak yang menghabiskan waktu terlalu lama untuk membaca teks dari A sampai Z sehingga kehabisan waktu untuk meneruskan ke pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.

Berikut ini adalah tips yang dapat membantumu menghemat waktu dalam membaca tapi tetap bisa mengerjakan soal dengan baik.

Fokus pada pertanyaan

Hal yang perlu kamu ingat adalah prioritas utama kamu adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di soal. Jadi, ketimbang kamu fokus membaca teks dari awal hingga akhir, lebih baik kamu mulai dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengenai teks bacaan tersebut.

Kenapa?

Supaya kamu tahu informasi apa yang perlu kamu cari ketika kamu membaca teks bacaannya.

Ketika kamu menemukan jawabannya, kamu bisa langsung menjawab pertanyaan yang tadi telah kamu baca di awal. Dengan begitu, kamu menggunakan waktu dengan lebih efisien.

Jangan khawatir dengan kata-kata yang asing buatmu

Kebanyakan orang panik ketika menemukan kata-kata yang mereka tidak tahu artinya apa. Kuncinya disini adalah jangan panik dan jangan biarkan kata-kata asing tersebut mengganggu konsentrasimu.

Perlu diingat bahwa orang-orang yang telah fasih berbahasa Inggris pun tidak mengetahui seluruh kata-kata dalam bahasa Inggris. Tidak masalah jika kamu tidak mengetahui beberapa kata selama kamu masih bisa memahami teks bacaan tersebut secara keseluruhan.

Strategi pertama yang harus kamu terapkan adalah mengabaikan kata asing tersebut selama kamu masih memahami keseluruhan kalimatnya. Sebagai contoh,

Since she retired from her job, she has developed new xxx. For example, she enjoys internet, going to the cinema and gardening. (kata asing ditandai dengan xxx)

Strategi kedua adalah menebak arti kata yang tidak kamu ketahui tersebut dari kata-kata lain disekitarnya. Jika melihat dari contoh diatas, bisa dilihat xxx merujuk pada kata yang artinya mirip dengan “hobi” atau “aktivitas”.

Jangan stuck di tempat yang sama terlalu lama

Jika strategi-strategi diatas masih belum berhasil, maka kamu harus lanjut ke soal berikutnya. Jangan biarkan waktumu terbuang banyak untuk pertanyaan yang tidak kamu ketahui jawabannya dikala mungkin pertanyaan berikutnya bisa kamu jawab dengan mudah.

2. Writing

Biasanya dalam tes menulis baik di TOEFL maupun IELTS, kamu akan diberikan dua tugas.

Dalam tugas pertama, kamu akan diberikan sebuah grafik, tabel atau diagram. Kamu akan diminta untuk mendeskripsikan, menyimpulkan, atau menjelaskan informasi yang ada menggunakan rangkaian kalimatmu sendiri. Tes ini akan melibatkan deskripsi data, penjelasan tahap-tahap dari suatu proses kerja, atau penjelasan terhadap suatu objek/event.

Dalam tugas kedua, kamu akan diminta untuk menulis esai mengenai suatu permasalahan dari sudut pandangmu. Kamu diharapkan bisa membuat argumen-argumen yang menarik tapi mudah dimengerti.

Nah, bagaimana caranya supaya kamu bisa merangkai kalimatmu dengan baik dalam kurun waktu satu jam?

Yuk simak tipsnya berikut ini!

Tips untuk Task 1

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengamati baik-baik grafik yang diberikan di soal. Pastikan kamu benar-benar mengerti maksud dari grafik tersebut.

Setelah kamu paham, kamu bisa mulai menuliskan kalimatmu dengan kata-kata berikut ini:

a. This chart explains...

b. The information in chart illustrates...

c. The graph compares...

d. The diagram shows...

Setelah kamu selesai menjelaskan isi grafiknya, kamu harus menutup pernyataanmu dengan kesimpulan yang jelas, padat, dan tidak bertele-tele.

Tips Task 2

Pada Task 2, hal penting yang perlu kamu kembangkan dalam ujian Writing adalah perbendaharaan katamu (vocabulary).

Semakin luas vocabulary-mu, semakin tinggi nilai yang akan kamu dapatkan.

Tetapi, vocabulary bukanlah satu-satunya hal yang penting. Hal lain yang tak kalah penting adalah memastikan setiap kata yang kamu tulis penting. Hindari menulis kata-kata yang terlalu panjang untuk kata sambung atau kata keterangan. Misalnya, daripada menulis “at this moment in time”, lebih baik kamu cukup menulis ”now”.

Selanjutnya, pastikan esai yang kamu buat terstruktur dengan baik mulai dari introduction, body, dan conclusion. Introduction tidak boleh terlalu panjang dan kesimpulan harus bisa menjelaskan sudut pandangmu secara keseluruhan.

Secara keseluruhan tes Writing untuk ujian IELTS akan ditempuh dalam waktu 60 menit sedangkan untuk TOEFL akan ditempuh dalam waktu 50 menit. Maka dari itu, disarankan kamu bisa menyelesaikan Task 1 dalam waktu 15-20 menit, dan Task 2 dalam 35-40 menit.

Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di Task 1, karena Task 2 memerlukan penjabaran yang lebih rumit dibandingkan dengan Task 1.

3. Listening

Kesulitan yang biasanya ditemui dalam ujian mendengarkan adalah sulitnya menangkap seluruh kata yang disampaikan dalam dialog. Terkadang, karena aksen-aksen tertentu, kita sulit menebak apa yang dikatakan oleh orang dalam dialog tersebut. Kadang juga dialog yang diberikan mengecoh kita sehingga kita bingung harus menjawab apa.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membantumu dalam mengerjakan ujian mendengarkan.

Hati-hati terhadap Disctractors

Distractors seperti apa sih yang dimaksud?

Misalnya, kata thirty dan thirteen. Kata ini bisa membuatmu bingung jika kamu tidak mendengarkannya dengan saksama.

Dalam hal ini tidak ada cara lain yang bisa kamu lakukan selain berlatih lebih banyak untuk mendengarkan dialog-dialog ujian mendengarkan. Semakin sering kamu berlatih, kamu akan semakin terbiasa dan paham dengan jenis soal dan jenis dialog yang akan muncul pada saat ujian nanti sehingga kamu bisa mengantisipasi distractors yang mungkin muncul.

Pentingnya sinonim

Dalam ujian mendengarkan, mungkin saja jawaban dari pertanyaan yang diberikan tidak secara langsung akan kamu dengar di dalam dialog.

Sebagai contoh, di dalam suatu dialog disebutkan bahwa kemampuannya dalam bermain bola ada pada level “middling”, tetapi di lembar soalmu pilihan yang diberikan adalah: beginner, average, good, dan league.

Jika kamu mendapat soal seperti ini, kamu diminta untuk bisa menganalisis soal dan memikirkan sinonim dari jawaban tersebut. Dalam soal ini, jawabannya adalah average.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memahami keseluruhan dialog sehingga kamu bisa menganalisis jawaban apa yang paling tepat untuk pertanyaan yang diberikan.

4. Speaking

Dalam ujian speaking bagian 1, kamu akan ditanyakan pertanyaan-pertanyaan sepitar aspek kehidupanmu seperti hobi, tempat tinggal, dan pekerjaanmu.

Pada bagian 2 penguji akan menanyakan tentang hubunganmu dengan salah satu orang terdekatmu.

Lalu terakhir, di bagian 3 kamu akan ditanyai mengenai suatu topik yang sedang hangat pada saat ini.

Lalu, bagaimana caranya supaya kamu bisa memberikan jawaban yang bagus yang dapat mengesankan pengujimu? Berikut tipsnya.

Hal yang perlu kamu pahami adalah kamu harus bisa mengembangkan jawabanmu sehingga menarik untuk disampaikan. Misalnya ketika ditanya “where do you live?”, kamu bisa saja hanya menjawab “I live in Jakarta”, tetapi tentu jawaban tersebut terlalu singkat dan tidak mengesankan.

Kunci utamanya adalah mengembangkan jawabanmu menjadi lebih menarik seperti berikut ini:

I’m currently live in Jakarta with my parents. I’ve been living here since I was born. The location is not too far from the business area, around 15 minutes to reach....”.

Kemudian, hal yang tidak boleh kamu lupa adalah grammar. Kamu perlu ingat bahwa grammar memiliki nilai sebesar 25% dari ujian speaking. Grammar akan menjadi tantangan tersendiri dalam ujian speaking karna seringkali kita lupa untuk menempatkan grammar yang tepat ketika kita berbicara.

Maka dari itu, kunci dari tantangan ini adalah memerhatikan pertanyaan yang diberikan. Jika penguji bertanya “how was your day at work today?” maka kuncinya adalah di kata “was”, maka pastikan kamu berbicara dalam bentuk past tense.

+++

Itu tadi adalah tips supaya kamu lebih memahami model-model soal yang akan kamu hadapi dalam ujian nanti.

Berikut ini, kami akan memberikan tips langkah-langkah apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum ujian TOEFL/IELTS-mu berlangsung.

1. Tetapkan Standar Nilaimu

Cobalah untuk menilai kemampuan berbahasa Inggrismu sendiri terlebih dahulu.

Apakah kamu tergolong yang basic, intermediate, atau advanced?

Apakah kamu lebih mengerti gaya bahasa yang sifatnya akademis atau yang sifatnya bahasa sehari-hari (bahasa gaul)?

Setelah itu menilai kemampuanmu sendiri, kamu juga harus melihat universitas yang ingin kamu daftar. Ketentuan kemampuan bahasa Inggris seperti apa yang mereka minta darimu?

Setiap universitas akan memiliki ketentuan yang berbeda-beda.

Hal ini juga tergantung dari program studi yang mau kamu ambil. Lalu, jika kamu ingin mengambil aktivitas kampus seperti menjadi asisten dosen atau bekerja di departemen tertentu di kampus, tentu nilai TOEFL/IELTS-mu harus diatas rata-rata.

Setelah melihat ketentuan dari universitas yang kamu tuju dan menilai kemampuan dirimu, kamu bisa mengukur sejauh mana kamu harus belajar untuk mempersiapkan ujian TOEFL/IELTS-mu.


Untuk daftar dan informasi universitas di Eropa, klik di sini!


Secara umum, nilai TOEFL terbagi menjadi berikut:

1. Reading and Listening: High (30-22), Intermediate (21-15), Low (14-0)

2. Speaking: Good (30-26), Fair (25-18), Limited (17-10), Weak (9-0)

3. Writing: Good (30-24), Fair (23-17), Limited (16-1)

Sedangkan untuk nilai IELTS terbagi menjadi berikut:

1 = Non-user

5 = Modest User

7 = Good User

9 = Expert User.

Nah, setelah melihat level-level dari nilai ujian tersebut, kamu bisa menentukan kamu ingin mencapai level yang mana pada ujian ini untuk bisa mencapai target studimu.

2. Mempersiapkan Materi-Materi Belajar

Setelah menentukan target, hal berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan proses belajarmu. Kamu bisa mengikuti kursus untuk persiapan ujian TOEFL/IELTS. Disamping itu, kamu juga bisa belajar di rumah dan mencari materi-materi lain dari internet untuk referensi dan sumber belajar lain selain dari kursus.

Menurut Affan Giffari yang pernah mengenyam pendidikan S2 untuk program Studi Law & Technology di Tilburg University, Belanda, latihan sebanyak-banyaknya dari buku persiapan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam ujian TOEFL/IELTS.


Ingin tahu perjuangan Affan Giffari hingga bisa kuliah di Belanda? Klik di sini untuk dapatkan cerita lengkapnya!


Berikut ini adalah beberapa referensi buku latihan yang bisa kamu cari untuk latihan persiapan ujianmu:

  • Kaplan TOEFL iBT Premier 2016-2017 with 4 Practice Tests
  • ETS Official Guide to the TOEFL Test, Fourth Edition
  • Kaplan TOEFL Vocabulary Prep
  • Barron's TOEFL iBT with Audio CDs and CD-ROM
  • Barron's TOEFL iBT Superpack, 2nd Edition
  • Writing for the TOEFL iBT with MP3 CD, 5th Edition
  • Essential Words for the TOEFL
  • British Council How to Prepare for IELTS
  • Official IELTS Practice Materials Volume 1 & 2
  • Top Tips for IELTS Academic
  • Vocabulary for IELTS

Jika kamu memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti kursus yang datang ke tempat les, maka online courses dapat menjadi pilihan lain untukmu!

Kamu bisa coba magoosh.com, udemy.com, tesden.com, dan masih banyak lagi online course yang dapat membantu keterbatasan waktumu.

Dalam online course tersebut kamu tidak hanya diberikan latihan-latihan soal saja tetapi juga pembelajaran melalui video dan feedback dari latihan-latihan yang kamu kerjakan, yang mana penting untuk melihat bagian mana yang masih perlu dikembangkan terlebih untuk latihan writing dan speaking.

Selain itu, kamu juga bisa melatih kemampuan membacamu dengan sering membaca berita bahasa Inggris di BBC. Hal inilah yang dilakukan Abdul Rahman Ismail, seorang murid yang pernah belajar Engineering/Industrial Management di Uppsala University, Sweden. Abdul kerap meluangkan waktu setelah pulang kerja atau sebelum tidur untuk mengasah kemampuan membacanya dengan membaca berita di BBC dan mendengarkan radio BBC London.


Ingin tahu cerita lengkap Abdul Rahman Ismail hingga bisa kuliah di Swedia? Klik di sini!


3. Mengatur Jadwal Belajarmu

Setelah kamu memiliki materi-materi yang harus kamu pelajari, mungkin kamu kebingungan bagaimana caranya bisa mempelajari itu semua dengan efektif.

Maka dari itu, kamu perlu membuat jadwal belajar agar proses belajarmu lebih terstruktur dan efektif. Misalnya pada hari Senin kamu fokus mempelajari bagian Reading, lalu Selasa kamu fokus di Listening, dan seterusnya.

Salah seorang murid yang pernah belajar Development Studies di International Institute of Social Studies (ISS) of Erasmus University Rotterdam, Christine Lora Egaratri mengatakan bahwa penting untuk memiliki komitmen dan disiplin dalam belajar persiapan TOEFL/IELTS. Kalau dari pengalamannya, Lora meluangkan waktu setiap harinya untuk belajar selama 1 jam dan mengetes diri dengan latihan soal secara disiplin.


Baca cerita lengkap Christine Lora Egaratri kuliah di Belanda di sini!


Buatlah jadwal belajarmu setiap harinya untuk jangka waktu 3-6 bulan dan tulis materi-materi apa saja yang ingin kamu pelajari setiap harinya. Misalnya hari ini mempelajari vocabulary untuk Reading, besok mempelajari grammar dan tenses dalam Writing, dan seterusnya.

4. Memahami Format Ujian TOEFL/IELTS

Setelah kamu mempelajari materi-materi tadi, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalahmembuat dirimu terbiasa dengan format soal-soal dalam ujian TOEFL/IELTS.

Biasanya model soal seperti apa sih yang akan ditanyakan dalam ujian? Ketentuan apa saja yang harus dipenuhi untuk mengerjakan model soal ini?

Misalnya pada soal Writing kamu diharuskan menulis pernyataan dalam kurun waktu 50-60 menit dengan batas 300-500 kata tergantung soalnya, atau jika pada soal Reading di IELTS kamu akan menemukan soal-soal fill in the blanks. Kamu harus mulai membiasakan dirimu dengan model-model soalnya sehingga pada saat ujian nanti kamu tidak panik dan sudah mengenal tipe soalnya.

5. Mencari Titik Lemahmu dan Konsultasi dengan Pakar

Jika kamu telah banyak berlatih melalui practice tests, kamu pasti akan menemukan titik-titik lemahmu. Mungkin kamu bisa menjawab soal Reading dengan cepat tetapi ketika kamu mengerjakan Listening masih banyak soal yang sulit kamu pahami.

Nah, jika kamu sudah menemukan titik lemahmu, kamu bisa konsultasi dan lebih fokus untuk meningkatkan belajarmu pada titik lemahmu itu dengan belajar kepada pakarnya. Kamu bisa bertanya dan konsultasi kepada profesional di bidang bahasa Inggris.

Namun disarankan untuk berkonsultasi dengan pakar yang memang sudah paham betul dengan ujian TOEFL/IELTS ketimbang berkonsultasi dengan guru bahasa Inggris pada umumnya karena pakar yang sudah terbiasa dengan ujian TOEFL/IELTS dapat memberikan saran dan masukan yang lebih tepat untukmu.

Berikut tadi beberapa tips bagi kamu yang sedang dalam persiapan ujian TOEFL/IELTS. Semoga membantu ya!


Untuk informasi lebih lengkap mengenai kuliah di Eropa, klik di sini!