Media

Language

Haruskah Kamu Pulang Saat Liburan?

Last updated on 25 Apr 2018

Should you go home for the holiday? static.pexels.com.jpg Sumber: static.pexels.com

Oleh Nurchalimah

Winter break sudah dekat! Untuk kamu yang sedang kuliah di Eropa, mungkin kamu sedang bingung memutuskan untuk pulang ke Indonesia atau tidak. Untuk membantu kamu, berikut dampak positif dan negatif yang mungkin akan kamu alami jika kamu memutuskan untuk pulang.

Positif (+)

Bisa Bertemu Dengan Keluarga dan Teman

Salah satu keuntungan terbesar yang bisa kamu peroleh saat pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu kuliah di luar negeri adalah bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman. Kebersamaan dalam menikmati tradisi dan kebiasaan yang hanya bisa kamu temui di kampung halaman akan membuatmu merasa lebih baik.

Recharge Sebelum Kembali Ke Rutinitas

Kuliah di luar negeri dengan segala rutinitas dan tugas yang padat bisa memicu stres. Selain itu perbedaan budaya, bahasa, tradisi dan lain sebagainya bisa membuatmu sangat merindukan rumah. Keputusan untuk pulang ke rumah saat liburan bisa membantumu me-recharge kondisi fisik dan mental ketika memulai semester baru nantinya. Setidaknya kenangan saat pulang ke rumah bisa membuatmu termotivasi untuk segera menyelesaikan pendidikan.

Masakan Rumah

Sebagai mahasiswa yang kuliah di luar negeri, jelas makanan rumah adalah salah satu hal yang paliing dirindukan. Sekian bulan atau tahun, hanya mengkonsumsi makanan instan dan juga buatan sendiri yang kurang lezat bisa membuatmu hilang akal saat disuguhi berbagai masakan ibu yang super lezat di rumah.

Baby-ing di Rumah

Meskipun saat ini kamu sedang menempuh pendidikan untuk S1, S2 ataupun S3, tapi sekali kembali ke rumah maka posisimu tetap saja sebagai anak. Beberapa dari kamu mungkin akan mengganggap poin ini bisa dimasukkan ke pro ataupun kontra. Tapi faktanya, perlakuan baby-ing mereka ke kamu bisa membuatmu sedikit nyaman mengingat selama ini kamu selalu melakukan apapun sendiri di luar negeri. Mungkin ada saatnya kamu merasa merindukan situasi seperti ini.

Negatif (-)

Setiap keputusan yang diambil pasti ada untung dan ruginya. Kali ini kita akan melihat apa saja sih sisi negatif dari keputusan untuk pulang ke rumah saat liburan.

Pengeluaran Ekstra

Memutuskan pulang ke rumah saat liburan kuliah berarti kamu harus menyadari konsekuensi dari segi finansial. Tiket penerbangan perjalanan pulang pergi dari-ke kota tempat studi-Indonesia jelas memakan porsi paling besar. Belum lagi liburan kampus seringkali masuk dalam kategori peak season. Jadi kemungkinan besar biaya perjalanan membengkak bisa saja terjadi.

Kehilangan Kesempatan Untuk Merasakan Liburan di Luar Negeri

Ketika masih berada di Indonesia, keinginan untuk merasakan liburan ke luar negeri sangatlah besar. Lalu saat kamu sudah berada di luar negeri, kenapa tidak memanfaatkan liburan kampus untuk traveling? Memang, quality time bersama keluarga dan teman dekat sangat menggiurkan untuk dijalani. Tapi sekali lagi, apakah kamu benar akan melewatkan kesempatan mengekpsplor negara tempat kamu kuliah? Ingat, sebagai siswa internasional, kamu hanya memiliki kesempatan berlibur saat musim liburan saja.

Homesick Semakin Parah

Mungkin beberapa dari kamu merasa pulang ke rumah akan mengurangi homesick yang selama ini menghantui. Tapi faktanya, kamu yang selama beberapa waktu kuliah di luar negeri lalu mengambil kesempatan untuk pulang akan membuat homesickmu semakin parah. Perasaan bergantung dengan keluarga dan orang dekat akan semakin terasa berat saat kamu mulai semester baru setelah berlibur.

Culture Shock (Lagi)

Setelah tinggal di luar negeri beberapa lama, kamu mulai terbiasa dengan perbedaan yang muncul. Tapi setelah kamu memutuskan pulang ke rumah untuk liburan, maka bisa dipastikan culture shock akan menghampirimu lagi saat kamu kembali beraktivitas normal sebagai mahasiswa. Kondisi ini bisa membuatmu sedikit tidak nyaman lho.

Semoga informasi di atas bisa membantu kamu untuk memutuskan apakah liburan kali ini harus pulang ke rumah atau tidak ya..