Media
Language

Eropa Individualis? 7 Kebiasaan di Spanyol Ini Pasti Gugurkan Anggapan Tersebut

Last updated on 05 May 2018

spain.jpg Photo by Lucas Davies via Unsplash

Oleh Erzawansyah

Salah satu alasan kenapa pelajar Indonesia tidak mau melanjutkan studi di Eropa adalah budaya individualis penduduk di sana. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa kehidupan sosial masyarakat Eropa yang cenderung individualis kerap kali menyebabkan culture shock bagi para penduduk asing, khususnya yang berasal dari Asia. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Apalagi, jika kamu memilih Spanyol sebagai negara tujuanmu melanjutkan studi.

Negara dengan julukan “Negeri Matador” ini justru memiliki kecenderungan sosial yang tinggi. Akrab kepada sesama penduduk, terbuka dan ramah dengan para pendatang. Budaya di negara beribukota Madrid ini memang dikenal selalu identik dengan kehidupan sosial. Apa saja budaya yang dimaksud?

Berikut merupakan tujuh kebiasaan orang-orang Spanyol yang akan menggugurkan anggapanmu tentang individualitas di negara-negara Eropa.


Untuk daftar lengkap Beasiswa Kuliah ke Spanyol, klik di sini.


1. Nongkrong di Bar

Satu hal yang pasti akan kamu sering temui saat mengunjungi Spanyol adalah bar. Ya, Spanyol memang merupakan negara dengan jumlah bar terbanyak di Uni Eropa. Hal ini tak lepas dari kebiasaan para penduduk yang senang menghabiskan waktunya untuk berkumpul dan bercengkerama bersama teman-temannya.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir merasa kesepian di sana, khususnya untuk kamu yang gemar nongkrong di kafe. Sebab di Spanyol, akan selalu ada teman yang siap menemanimu menghilangkan penat usai bergelut dengan dunia kampus.

2. Bersantai Bersama di Pantai

Tidak hanya bar, pantai juga menjadi salah satu tempat favorit kawula muda Spanyol untuk menghilangkan penat. Bedanya, kalau bar merupakan tempat berkumpul mereka usai melaksanakan aktivitas harian, pantai adalah destinasi liburan di akhir pekan. Hampir setiap akhir pekan mereka gunakan untuk berkumpul bersama teman-teman di pantai. Tidak heran, pantai akan selalu ramai dengan orang-orang.

3. Sapa-Menyapa

Orang-orang Spanyol dikenal ramah terhadap para penduduk asing. Kamu tidak perlu khawatir diacuhkan atau diabaikan oleh mereka. Saking ramahnya, justru kamu patut heran apabila mereka tidak menyapamu ketika bertemu di jalan.

Ya, penduduk Spanyol memang terbiasa menyapa satu sama lain. Terdapat berbagai kebiasaan untuk menyapa di sana. Ada yang berupa jabat tangan, pelukan, cium pipi, atau sekadar berkata “Hola!” apabila bertemu dengan seseorang di jalan.

Keramahan-keramahan ini juga tampak apabila kamu mengunjungi bar, restoran, supermarket, hingga bus atau kendaraan umum lain.


Universitas Populer di Spanyol: Complutense University of Madrid


4. Friendship is Everything

Friendship atau pertemanan merupakan salah satu nilai penting bagi masyarakat Spanyol. Mereka sangat menghargai ikatan pertemanan antar sesama, bahkan hingga dewasa dan berkeluarga. Para penduduk asli Spanyol tidak akan segan untuk meluangkan waktu bertemu teman lama. Dengan begitu, alih-alih merasa kesepian, kehidupanmu di Spanyol akan penuh dengan berbagai pengalaman menyenangkan yang kamu lakukan bersama dengan teman-temanmu di Spanyol.

5. Pesta, Pesta dan Pesta!

Terdapat berbagai festival dan perayaan yang akan kamu temui, apabila menetap di Spanyol. Negara yang dikenal dengan klub juara bola Real Madrid dan Barcelona ini, punya banyak hari besar yang akan dirayakan dengan pesta di ruang terbuka. Jalan, gunung dan pantai, merupakan tempat favorit bagi penduduk lokal untuk mengadaan perayaan.

Tidak hanya perayaan hari-hari besar saja, penduduk Spanyol juga senang mengadakan pesta untuk merayakan pencapaian-pencapaian temannya. Mereka juga sangat menghargai ulang tahun seseorang. Sehingga, tatkala ada seorang teman yang sedang berulang tahun, perayaan adalah hal wajib, meskipun hanya sebatas meniup lilin.

6. Pengajar yang Menyenangkan

Ini adalah hal menarik lain yang ada di Spanyol, terutama yang berkaitan dengan kehidupan kampus. Hubungan antar dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi yang ada di negara ini, sangat menyenangkan dan cenderung informal. Bahkan, dikutip dari The Guardian, keduanya bersapa dengan sebutan “tio” yang bila dibahasainggriskan menjadi “mate” atau “bro” dalam sebutan sehari-hari di Indonesia.

Dosen-dosen di Spanyol juga sangat menghargai para mahasiswa. Mereka, dengan sedemikian rupa, akan berusaha menghapal nama-nama mahasiswanya dan kerap mengajak para mahasiswa untuk bermain bersama. Namun begitu, sekalipun memiliki tradisi informal semacam itu, para mahasiswa di Spanyol tetap menghormati dosen-dosennya.


Baca juga: Kota-kota terpopuler lainnya untuk kuliah di Spanyol.


7. Negara Penuh Cinta

Terakhir, fakta bahwa Spanyol adalah negara penuh cinta juga merupakan alasan yang akan menggugurkan anggapan bahwa negara-negara di Eropa cenderung individualis. Penobatan Spanyol sebagai negara penuh cinta tidak hanya omong kosong belaka. Ini telah dibuktikan seorang peneliti dari University of Vermont, Amerika Serikat, yang menelisik lebih jauh penggunaan bahasa di internet dari berbagai negara.

Penelitian tersebut menyebutkan, bahwa Spanyol merupakan negara paling banyak menyampaikan pesan-pesan bernada cinta. Baik di media sosial twitter, google books, media cetak, acara-acara televisi, alih bahasa di film, serta lirik-lirik lagu yang beredar di internet.

+++

Jadi, studi di Spanyol tak hanya akan membuatmu berkesempatan menonton langsung el clasico, pertandingan sepak bola antar Real Madrid dan Barcelona. Studi di Spanyol juga tak hanya membuatmu dapat berwisata ria di destinasi alam, maupun kemegahan bangunan klasik a la Romawi. Namun, kuliah di Spanyol juga akan membuatmu belajar dan mengenal perspektif lain tentang kebudayaan di Eropa. Masih menganggap negara-negara di Eropa itu individualis? Coba saja datang ke Spanyol.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai kuliah di Spanyol, klik di sini.