Media

Language

Bagaimana Jika Kamu Sakit Saat Studi Di Luar Negeri?

Last updated on 22 Dec 2017

getting sick when abroad copy.jpg

Oleh Nurchalimah

Melanjutkan kuliah ke luar negeri tidak hanya menjanjikan kesenangan belaka. Lebih dari itu ada beberapa kemungkinan yang tidak diinginkan yang bisa terjadi. Misalkan saja, homesickness, sulit mendapat teman atau sulit beradaptasi, dan yang paling menakutkan adalah sakit.

Faktanya, perubahan iklim, perbedaan waktu, lingkungan, makanan dan lain sebagainya bisa menjadi pemicu sakit. Bayangkan saja, kamu sakit saat jauh dari rumah dan keluarga yang biasanya selalu menjagamu. Lalu apa yang harus kamu lakukan?

Simak beberapa tips berikut ini:

1. Sediakan Beberapa Obat Basic yang Mungkin Kamu Butuhkan

Obat yang akan kita bahas di sini tidak harus kamu bawa dari Indonesia, tapi mungkin saja kamu juga bisa membeli di negara yang kamu tinggali saat ini. intinya, pastikan di asrama atau tempat kamu tinggal ada persediaan obat-obatan yang memadai. Flu, demam, pusing, batuk, meriang dan sakit gigi adalah beberapa jenis sakit yang familiar dengan mahasiswa. Jadi pastikan kamu ada stock untuk beberapa jenis sakit di atas. Jika kamu dengan sengaja ingin membawa obat dari Indonesia, pastikan tanggal kadaluarsanya dan juga kemungkinan obat yang kamu bawa diperbolehkan untuk dibawa ke dalam penerbangan ya.

2. Jangan Memaksakan Diri

Apakah kamu tahu apa yang menjadi salah satu penyebab kenapa kamu bisa sakit? Salah satunya adalah keambisiusanmu dalam melakukan sesuatu. Ambisius yang berlebih bisa mendorongmu untuk melewati batas kemampuan. Ingat, tubuh kamu bukan robot yang tidak memiliki batas. Jadi sebisa mungkin kenali tanda-tanda bahwa tubuh kamu membutuhkan istirahat. Seberapa padatnya tugas atau aktivitas yang harus kamu selesaikan, pastikan kamu memiliki waktu istirahat yang cukup.

3. Memberi Kabar Orang Rumah atau Tidak

Saat sakit, mayoritas orang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dalam hal ini kamu memiliki dua pilihan yaitu memberi kabar kamu sedang sakit kepada orang tua atau kamu memilih untuk diam. Jika kamu merasa akan lebih baik setelah berkomunikasi dnegan orang tua, maka kamu bisa memilih untuk menghubungi mereka saat kondismu sedang tidak sehat. Namun, sebaliknya jika kamu tipikal orang yang clingy, manja dan juga tidak bisa mengontrol emosi dengan baik. Maka pilihan amannya adalah menahan diri untuk menghubungi orang rumah.

4. Pergi Ke Dokter

Jika sakit yang kamu derita semakin parah atau tidak mengalami perubahan positif setelah melakukan berbagai cara sebelumnya. Maka pilihanmu hanya tinggal satu yaitu pergi ke dokter. Meskipun mungkin kamu merasa aneh dan asing pergi ke dokter yang belum pernah kamu temui, mengingat kondisinya kamu ada di luar negeri. Tapi percayalah setiap dokter akan bertanggung jawab dengan kondisi pasiennya. Jadi tentukan dokter yang akan kamu kunjungi dan jujurlah tentang kondisi tubuhmu agar kamu mendapat perawatan yang dibutuhkan.

5. Jangan Menunda Mengerjakan Tugas

Tips terakhir untuk mengantisipasi kemungkinan kamu sakit saat kuliah di luar negeri adalah dengan tidak menunda pengerjaan tugas. Jadi biasakan diri kamu untuk selalu mengerjakan tugas langsung setelah tugas diberikan oleh dosen. Hal ini penting untuk kamu lakukan karena kamu tidak akan pernah tahu kapan kamu sakit. Jadi setidaknya dengan mengerjakan tugas di awal berarti mengurangi kemungkinan harus dikejar deadline tugas saat sakit. Percayalah, mengerjakan tugas mendadak, deadline mepet dan kondisi tubuh yang belum fit adalah kombinasi terburuk yang tidak ingin kamu rasakan selama hidupmu.

Terlepas dari kelima tips dan cara di atas, faktanya menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, olahraga teratur, dan menjaga pola makan bisa membuatmu jauh dari kata sakit. Jaga dirimu baik-baik saat kuliah di luar negeri ya..